
Natuna — Reses bagi warga bukan sekadar agenda pertemuan antara wakil rakyat dan konstituen. Di Kelurahan Ranai Darat, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Senin (10/8/2026), forum reses justru menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi sehari-hari.
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Marzuki, S.H., turun langsung menemui masyarakat dalam agenda reses masa persidangan.
Politisi Daerah Pemilihan (Dapil) Natuna-Anambas itu membuka ruang dialog agar berbagai persoalan di tengah masyarakat dapat disampaikan dan diperjuangkan sesuai kewenangan pemerintah.
Kehadiran Marzuki disambut antusias masyarakat. Lurah Ranai Darat, A. Era Juein Marusa, S.Sos., turut hadir mendampingi jalannya dialog antara masyarakat dengan wakil mereka di DPRD Provinsi Kepri.
Bagi Marzuki, komunikasi langsung dengan pemerintah kelurahan maupun masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan berbagai persoalan di daerah tidak berhenti sebagai keluhan, tetapi dapat diarahkan menjadi usulan pembangunan.
“Saya sering komunikasi dengan Lurah Ranai Darat, dan Bu Lurah Juein ini sangat kooperatif, selalu mengusulkan beberapa persoalan yang ada di Kelurahan Ranai Darat,” ujar Marzuki.
Ia kemudian mempersilakan masyarakat menyampaikan berbagai kebutuhan, kendala, maupun persoalan yang selama ini dirasakan di lingkungan tempat tinggal mereka.
Jalan Rusak Jadi Sorotan
Kesempatan tersebut dimanfaatkan warga untuk menyampaikan sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah.
Sabar, salah seorang tokoh masyarakat Ranai Darat, menyampaikan aspirasi terkait kondisi sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan. Menurutnya, peningkatan kualitas jalan dibutuhkan untuk menunjang aktivitas masyarakat sekaligus memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengguna jalan.
Tak hanya persoalan jalan, warga juga menyoroti kondisi jaringan listrik tegangan rendah di kawasan Jalan Lewat Watur Bum yang dinilai semrawut dan berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.
Dua persoalan tersebut menjadi bagian dari aspirasi yang diharapkan dapat dikawal melalui jalur pembangunan pemerintah.
Menjelaskan Kewenangan, Menentukan Langkah
Menanggapi aspirasi warga, Marzuki menjelaskan bahwa setiap usulan pembangunan memiliki mekanisme dan kewenangan masing-masing. Tidak seluruh persoalan dapat langsung ditangani melalui pemerintah provinsi karena status kewenangan jalan menjadi salah satu faktor penentu.
Ia menjelaskan, melalui fungsi reses, anggota DPRD Provinsi Kepri dapat mendorong penanganan ruas jalan yang menjadi kewenangan provinsi melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kepri.
Sementara untuk ruas jalan yang berstatus sebagai jalan kabupaten, penanganannya menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Natuna.
Penjelasan tersebut sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa aspirasi yang disampaikan dalam reses tetap harus melalui proses perencanaan dan disesuaikan dengan kewenangan masing-masing tingkatan pemerintahan.
Untuk persoalan jaringan listrik, Marzuki menyatakan akan melakukan komunikasi dengan pihak terkait agar kondisi yang dikeluhkan warga dapat segera ditindaklanjuti.
“Untuk listrik, saya akan komunikasikan kepada PLN Tanjungpinang atau PLN Ranai untuk menyelesaikan permasalahan jaringan listrik yang membahayakan masyarakat agar segera diperbaiki,” tegasnya.
Reses dan Harapan Warga
Bagi masyarakat Ranai Darat, pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk menyampaikan persoalan yang selama ini mereka hadapi secara langsung kepada wakil rakyat.
Sementara bagi Marzuki, aspirasi tersebut menjadi catatan untuk ditindaklanjuti melalui mekanisme yang tersedia, baik melalui pokok-pokok pikiran DPRD maupun koordinasi dengan pemerintah dan instansi terkait.
Rangkaian kegiatan reses kemudian ditutup dengan pembagian paket sembako kepada warga yang hadir.
Di tengah dialog mengenai jalan, jaringan listrik, dan kebutuhan pembangunan, reses tersebut kembali menunjukkan bahwa kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat menjadi penting untuk menjembatani persoalan di lapangan dengan proses perencanaan pembangunan.
Bagi warga Ranai Darat, harapannya sederhana: jalan yang lebih baik, jaringan listrik yang lebih aman, dan aspirasi yang tidak berhenti sebatas catatan dalam sebuah forum.
Editor : Papi












