PAW KPUD Buteng Jadi Sorotan, La Ode Hasrullah Dorong Proses Objektif dan Transparan

0
33
Keterangan foto: La Ode Hasrullah, eks Komisioner KPUD Buteng

Buton Tengah — Mantan Komisioner KPU Kabupaten Buton Tengah periode 2018–2023, La Ode Hasrullah, mendorong agar proses Penggantian Antarwaktu (PAW) anggota KPU Buton Tengah sisa masa jabatan 2023–2028 berjalan secara objektif, transparan, dan sesuai prosedur.

Hasrullah menilai polemik yang muncul dalam proses PAW perlu disikapi secara proporsional. Ia meminta seluruh pihak tidak menyudutkan maupun menjatuhkan figur tertentu yang sedang mengikuti proses tersebut.

“Harapan saya proses pergantian antarwaktu anggota KPU Kabupaten Buton Tengah sisa masa jabatan 2023–2028 dapat berjalan secara objektif, transparan dan jauh dari tendensi politik atau pembunuhan karakter kader-kader terbaik Buton Tengah,” ujar Hasrullah.

Menurut dia, seluruh pihak yang terlibat dalam proses PAW perlu mengedepankan objektivitas. Setiap tahapan harus diberikan ruang untuk berjalan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku, tanpa diwarnai upaya saling menjatuhkan antarcalon.

Hasrullah juga menilai lima calon PAW yang mengikuti proses, yakni La Ode Arwin, Lukman, Yagusti, La Ode Nur Salam, dan La Ode Yusni R. Mahdi, merupakan figur yang telah memiliki pengalaman dan kematangan dalam tahapan kepemiluan di Buton Tengah.

“Calon PAW yang terdiri atas nama La Ode Arwin, Lukman, Yagusti, La Ode Nur Salam dan La Ode Yusni R. Mahdi itu mereka semua merupakan figur yang sudah matang dalam tahapan kepemiluan di Buton Tengah,” katanya.

Ia mengatakan, para calon tersebut memiliki kompetensi, pengetahuan, pengalaman serta integritas dalam proses penyelenggaraan pemilu maupun pemilihan.

Terlebih, sebagian besar calon disebut pernah terlibat sebagai penyelenggara pemilu di tingkat kecamatan atau Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Mereka juga telah melewati tahapan fit and proper test sebelumnya.

“Para calon Pengganti Antarwaktu saya yakin semua memiliki kompetensi, pengetahuan, pengalaman dan integritas yang tinggi pada proses pemilu maupun pemilihan, mengingat mereka-mereka itu sebagian besar pernah terlibat sebagai penyelenggara pemilu di tingkat kecamatan (PPK),” ungkapnya.

Karena itu, Hasrullah berharap seluruh kandidat diberikan ruang yang sama untuk mengikuti proses secara profesional. Penilaian terhadap calon, menurut dia, semestinya didasarkan pada kompetensi, pengalaman, pengetahuan dan integritas masing-masing.

Ia mengingatkan agar proses PAW tidak berubah menjadi ruang untuk saling menyerang atau membangun opini yang dapat merusak reputasi para kandidat.

Menurut Hasrullah, siapa pun yang nantinya terpilih melalui mekanisme PAW harus dihormati sebagai hasil dari proses yang telah ditentukan.

“Siapa pun yang terpilih sebagai PAW, itulah figur yang terbaik dalam tahapan penyelenggaraan pemilu dan pemilihan ke depan,” ujarnya.

Ia berharap proses PAW KPU Buton Tengah dapat berlangsung secara terbuka, objektif dan berintegritas sehingga tidak menimbulkan polemik baru serta tetap menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga penyelenggara pemilu di daerah.

Laporan : Haris 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini