
Dumai – Pertemuan tersebut menjadi ruang komunikasi antara organisasi perusahaan pers dengan pengelola pelabuhan untuk memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus membuka ruang kolaborasi dalam menyikapi berbagai isu strategis di Kota Dumai.
Rombongan JMSI Kota Dumai dipimpin langsung Ketua JMSI Kota Dumai, Ahmad Dahlan. Kedatangan mereka disambut General Manager/Executive General Manager (EGM) PT Pelindo (Persero) Regional 1 Cabang Dumai, Jonathan Ginting, didampingi Manajer Umum Nirwan, di ruang kerjanya, Kamis (3/9/2026).
Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh keakraban. Komunikasi mengalir santai, diselingi canda dan tawa, sehingga diskusi mengenai sejumlah persoalan strategis terkait keberadaan dan aktivitas pelabuhan di Dumai dapat berlangsung tanpa suasana yang kaku.
Dalam pertemuan itu, Jonathan Ginting menyinggung posisi geografis Pelabuhan Dumai yang memiliki karakteristik tersendiri karena berada relatif dekat dengan kawasan permukiman masyarakat.
“Dumai memiliki posisi yang dekat dengan pemukiman,” ujar Jonathan.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu aspek penting yang harus diperhatikan dalam pengelolaan aktivitas kepelabuhanan. Terlebih, pelabuhan di Dumai menjadi salah satu simpul penting bagi aktivitas distribusi dan bongkar muat berbagai produk, termasuk komoditas yang berkaitan dengan industri sawit.
“Di pelabuhan Dumai sementara produk yang dibawa ke pelabuhan adalah bahan-bahan yang berhubungan dengan produk sawit yang kadang bisa menimbulkan dampak lingkungan ke masyarakat,” katanya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa keberadaan pelabuhan tidak semata-mata berkaitan dengan aktivitas ekonomi dan logistik, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan lingkungan yang perlu dikelola secara berkelanjutan.
Dumai sendiri dikenal sebagai salah satu kawasan industri dan perdagangan penting di Provinsi Riau. Aktivitas pelabuhan menjadi bagian dari mata rantai pergerakan barang dan komoditas yang menopang kegiatan industri.
Di sisi lain, kedekatan kawasan pelabuhan dengan permukiman membuat aspek keselamatan, lingkungan, komunikasi publik serta hubungan dengan masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengelolaan pelabuhan.
Jonathan juga menegaskan posisi strategis Pelabuhan Pelindo di Kota Dumai. Menurutnya, Dumai memiliki sejumlah pelabuhan lain yang turut mendukung aktivitas perekonomian daerah.
“Pelabuhan Pelindo ini merupakan tempat strategis dan di Dumai juga sudah memiliki pelabuhan-pelabuhan lain,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Jonathan berharap hubungan antara Pelindo dan insan media, khususnya JMSI, dapat terus dibangun melalui komunikasi dan kolaborasi yang positif.
Ia bahkan mengajak rekan-rekan media untuk tidak sekadar menjadi penyampai informasi, tetapi juga membuka ruang diskusi sehingga berbagai persoalan yang muncul di lapangan dapat dikomunikasikan secara lebih konstruktif.
“Kami meminta rekan-rekan media untuk saling membantu dan berkolaborasi serta berdiskusi,” ujarnya.
JMSI: Bangun Hubungan yang Sehat dengan Pelindo
Sementara itu, Ketua JMSI Kota Dumai Ahmad Dahlan menyampaikan apresiasi atas sambutan Pelindo terhadap jajaran pengurus JMSI.
Menurut Ahmad Dahlan, pertemuan tersebut bukan hanya agenda silaturahmi, tetapi juga bagian dari upaya JMSI membangun komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan di Kota Dumai.
“Kami bangga bisa disambut langsung oleh GM Pelindo dengan sangat baik,” kata Ahmad Dahlan.
Ia menegaskan, JMSI Kota Dumai berkomitmen menjaga hubungan baik dengan Pelindo dan seluruh pemangku kepentingan lainnya, dengan tetap menempatkan fungsi pers sebagai pilar penting dalam memberikan informasi kepada masyarakat.
“Kita menjaga hubungan ini dengan baik,” tegasnya.
Menurutnya, hubungan yang baik antara media dan institusi bukan berarti menghilangkan fungsi kontrol pers. Justru komunikasi yang terbuka dinilai penting agar informasi yang diterima masyarakat dapat lebih lengkap, berimbang dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Dalam diskusi tersebut, Ahmad Dahlan juga menyampaikan rencana JMSI Kota Dumai untuk melaksanakan agenda pelantikan kepengurusan pada 10 September 2026.
Agenda tersebut menjadi salah satu momentum penting bagi JMSI Kota Dumai dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menegaskan peran organisasi perusahaan media siber dalam perkembangan ekosistem pers di daerah.
Pertemuan kemudian ditutup dalam suasana penuh keakraban. Percakapan yang berlangsung santai, diselingi canda dan tawa, mencairkan suasana sekaligus memperlihatkan bahwa komunikasi antara media dan dunia usaha dapat dibangun melalui pendekatan yang terbuka dan saling menghargai.
Bagi JMSI Kota Dumai, pertemuan dengan Pelindo diharapkan menjadi awal dari komunikasi yang lebih intensif. Sementara bagi Pelindo, keterlibatan media secara konstruktif dapat menjadi bagian penting dalam membangun keterbukaan informasi, khususnya menyangkut aktivitas kepelabuhanan yang bersinggungan langsung dengan kepentingan masyarakat.
Di tengah posisi Dumai sebagai kota industri dan pelabuhan, komunikasi antara pengelola kawasan strategis, masyarakat dan media menjadi semakin penting. Sebab, pertumbuhan aktivitas ekonomi tidak hanya dituntut mampu memberikan manfaat bagi daerah, tetapi juga harus berjalan beriringan dengan aspek keselamatan, lingkungan dan kenyamanan masyarakat sekitar.(Zakaria)












