Asah Kesiapsiagaan, Kantor SAR Natuna Latih Rescuer Hadapi Evakuasi dari Sumur

0
15
FOTO : Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna melalui latihan Confined Space Rescue (CSR) di sumur yang berlangsung di area latihan Kantor SAR Natuna, Selasa (23/9/2026).

Bursakota.co.id, Natuna — Kesiapsiagaan personel pencarian dan pertolongan tidak hanya dibutuhkan ketika operasi berlangsung. Di tengah minimnya situasi darurat, kemampuan rescuer justru terus diasah melalui latihan rutin agar tetap siap menghadapi berbagai kondisi penyelamatan.

Hal itu dilakukan Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna melalui latihan Confined Space Rescue (CSR) di sumur yang berlangsung di area latihan Kantor SAR Natuna, Selasa (23/9/2026).

Latihan tersebut diikuti seluruh rescuer sebagai bagian dari pembinaan kemampuan rutin. Materi latihan difokuskan pada teknik penyelamatan di ruang terbatas yang memiliki tingkat risiko tinggi serta membutuhkan prosedur dan peralatan khusus.

Rangkaian kegiatan diawali dengan doa dan briefing keselamatan. Selanjutnya personel melakukan penyiapan sekaligus pemeriksaan peralatan sebelum masuk pada simulasi penyelamatan di ruang sempit dan terbatas.

Latihan kemudian dilanjutkan dengan proses evakuasi vertikal dan ditutup melalui debriefing serta evaluasi.

Sejumlah peralatan khusus digunakan dalam latihan tersebut, di antaranya tripod rescue, breathing apparatus atau SCBA, full body harness, serta perangkat lowering and lifting system.

Latihan tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan teknis evakuasi. Personel juga dilatih mengelola risiko, membangun komunikasi antartim serta mengambil keputusan secara tepat ketika menghadapi ruang dengan akses terbatas dan potensi kekurangan oksigen.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan SAR Natuna, Abdul Rahman, mengatakan latihan tersebut merupakan bagian dari pembinaan kemampuan yang wajib dilakukan secara rutin setiap pekan, termasuk ketika tidak sedang menghadapi operasi SAR.

“Kegiatan ini adalah pembinaan mandiri rutin yang kami laksanakan setiap minggu. Prinsip kami, rescuer tetap wajib berlatih meski tidak ada operasi SAR. Dengan latihan yang konsisten, kami ingin mewujudkan rescuer yang memiliki semangat ‘Satu Jiwa Satu Rasa’ Basarnas,” ujar Abdul Rahman.

Ia menjelaskan, Confined Space Rescue (CSR) merupakan teknik penyelamatan korban yang terjebak atau mengalami kondisi darurat di ruang terbatas dan tertutup, seperti sumur, gorong-gorong, tangki maupun silo.

Ruang-ruang tersebut umumnya memiliki sirkulasi udara terbatas, potensi kandungan gas berbahaya serta akses keluar-masuk yang sempit. Kondisi itu membuat proses penyelamatan membutuhkan keterampilan khusus, perencanaan matang dan penerapan prosedur keselamatan secara ketat.

Melalui latihan yang dilakukan secara berkelanjutan, Kantor SAR Natuna berupaya memastikan setiap rescuer memiliki kemampuan yang teruji dan siap diterjunkan kapan pun dibutuhkan.

Kesiapsiagaan tersebut menjadi bagian dari komitmen Kantor SAR Natuna untuk memberikan pelayanan pencarian dan pertolongan yang profesional serta mengutamakan keselamatan, baik bagi korban maupun personel penyelamat.

Editor : Papi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini