Kopi Boleh Dingin, Sinergi Kejari Natuna dan Media Tetap Hangat

0
30
FOTO: Silaturahmi awak media dan Kejari Natuna berlangsung di Warung Kopi Sepertiga Malam, Ranai, Senin (28/9/2026) malam.

Bursakota.co.id, Natuna — Segelas kopi dingin menjadi teman dalam suasana santai ketika jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Natuna bersama awak media di Kabupaten Natuna duduk semeja, berbagi cerita, dan berdiskusi ringan tentang berbagai persoalan pembangunan daerah.

Suasana penuh keakraban itu berlangsung di Warung Kopi Sepertiga Malam, Ranai, Senin (28/9/2026) malam.

Tak ada suasana formal seperti di ruang rapat. Para penegak hukum di wilayah perbatasan dan insan pers berbincang dalam suasana santai, diselingi canda dan tawa. Meski demikian, pembicaraan tetap diarahkan pada berbagai hal yang berkaitan dengan kemajuan dan pembangunan Kabupaten Natuna.

Kepala Kejaksaan Negeri Natuna, Dr. Erwin Indrapraja, mengatakan pertemuan santai seperti itu penting untuk terus membangun sekaligus menjaga tali silaturahmi di tengah kesibukan masing-masing.

Menurutnya, komunikasi tidak selalu harus berlangsung dalam forum resmi. Sesekali, perbincangan santai sambil menikmati kopi justru dapat membuka ruang komunikasi yang lebih cair antara aparat penegak hukum dan insan pers.

“Di sini kita sambil bercerita, bercengkrama, berdiskusi sambil bersenda gurau, tetapi tetap pada pembahasan tentang pembangunan daerah,” ujar Erwin.

Ia pun menyebut ada hal menarik dalam pertemuan tersebut. Meski kopi yang disuguhkan dingin, komunikasi dan pembahasan yang terbangun justru berlangsung hangat.

“Walaupun kopinya dingin, pembahasannya tetap hangat,” ujarnya.

Bagi Erwin, silaturahmi bersama awak media bukan sekadar ruang untuk berbincang. Pertemuan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga komunikasi dan membangun sinergi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Sholat magrib berjamaah insan pers dan Kejari Natuna

Media dan Kejaksaan Perlu Terus Berkomunikasi

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Natuna, M. Rapi, mengapresiasi inisiatif jajaran Kejari Natuna yang memberikan ruang kepada awak media untuk bertemu dan berdiskusi dalam suasana yang lebih santai.

Menurut Rapi, agenda ngopi bersama sembari membicarakan berbagai persoalan dan perkembangan daerah merupakan kegiatan yang penting untuk terus dilakukan.

Ia menilai komunikasi dalam suasana informal dapat memperkuat hubungan sekaligus membuka ruang pertukaran pandangan antara kejaksaan dan insan pers.

“Agenda seperti ini memang sangat perlu dilaksanakan. Selain mempererat silaturahmi, kita juga bisa bersama-sama membahas berbagai hal tentang kemajuan daerah,” kata Rapi.

Hal senada disampaikan Ketua Perkumpulan Jurnalis Natuna (PJN), Roy Parlin Sianipar. Ia menilai kebersamaan yang dibangun secara intens antara jajaran Kejari Natuna dan awak media dapat memperkuat hubungan kekeluargaan.

Menurut Roy, hubungan yang baik antara aparat penegak hukum dan media perlu terus dipelihara melalui komunikasi yang terbuka serta saling menghargai.

“Terima kasih kepada seluruh jajaran Kejari Natuna. Semoga sinergi kita ini terus terjaga dan terjalin terus dengan baik,” ungkapnya.

Pertemuan sederhana tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan kerja di balik meja maupun ruang-ruang resmi. Komunikasi, silaturahmi, dan kebersamaan juga menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan antarlembaga dan elemen masyarakat.

Di tengah segelas kopi dingin dan obrolan ringan, malam itu keakraban menjadi jembatan untuk terus merawat sinergi antara Kejari Natuna dan insan pers di wilayah perbatasan.

Usai berdiskusi dan berbincang santai di kedai kopi, jajaran Kejaksaan Negeri Natuna bersama awak media kemudian melanjutkan kebersamaan dengan melaksanakan salat Magrib berjamaah.

Momen tersebut menjadi penutup sederhana dari pertemuan malam itu. Tidak hanya mempererat komunikasi dan silaturahmi, kebersamaan tersebut juga menunjukkan kedekatan antarelemen yang selama ini memiliki peran masing-masing dalam mendukung pembangunan dan kehidupan masyarakat di Kabupaten Natuna.

Dari meja kopi hingga saf salat, suasana keakraban tetap terjaga. Pertemuan yang diawali dengan diskusi ringan tentang daerah itu pun berakhir dalam suasana kekeluargaan.

Editor : Papi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini