Gerakan Cegah Stunting, Pemkab Busel dan Dinkes Sultra Perkuat Aksi Bergizi di Sekolah

0
14
Keterangan foto: Pemkab Busel bersama Dinkes Sultra gelar gerakan cegah stunting

Buton Selatan — Upaya pencegahan stunting dan anemia terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Buton Selatan melalui pembudayaan perilaku hidup sehat sejak usia remaja.

Gerakan tersebut diwujudkan melalui kegiatan Gerakan Cegah Stunting melalui Aksi Bergizi di Sekolah yang digelar Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara di SMA Negeri 1 Lapandewa, Kecamatan Lapandewa, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan dirangkaikan dengan Aksi Bergizi, Cek Kesehatan Gratis (CKG) Anak Sekolah, serta Gerakan Sekolah Sehat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

Pembukaan ditandai dengan aksi konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) secara serentak oleh lima siswi SMA Negeri 1 Lapandewa bersama rekan-rekannya. Aksi ini menjadi bagian dari kampanye pencegahan anemia, khususnya bagi remaja putri.

Dalam kegiatan tersebut juga diserahkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada dua ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronis (KEK) serta tiga balita yang mengalami stunting dan kurang gizi. Bantuan bersumber dari pemerintah pusat dan selanjutnya diantarkan petugas puskesmas ke rumah penerima.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, Sijatiku, SKM., M.Kes., mengatakan penurunan stunting membutuhkan kolaborasi pemerintah, sekolah, tenaga kesehatan, keluarga dan masyarakat.

“Berdasarkan data Sigizikesga atau e-PPGBM dan data riil puskesmas, sampai Juli 2026 Kabupaten Buton Selatan berada pada urutan ketiga tertinggi dengan angka stunting sebesar 18,2 persen,” kata Sijatiku.

Di wilayah kerja Puskesmas Lapandewa, angka stunting tercatat 28,7 persen berdasarkan sumber data yang sama. Angka tersebut menjadi yang tertinggi kedua setelah Puskesmas Batu Atas Barat.

Sementara berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) berbasis sampel tahun 2024, prevalensi stunting Buton Selatan tercatat 38,9 persen. Angka tersebut berasal dari metode, sumber data dan periode pengukuran berbeda sehingga tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan data Sigizikesga/e-PPGBM.

Sijatiku menegaskan, pencegahan anemia perlu dilakukan sejak remaja karena remaja putri merupakan calon ibu. Menurut dia, pencegahan anemia berkaitan dengan kesehatan reproduksi sekaligus upaya menekan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah dan stunting.

Sementara itu, Bupati Buton Selatan yang diwakili Asisten II Setda, Drs. La Safilin, M.Si., mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Ia menyebut sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang membangun kebiasaan hidup sehat.

“Kesehatan adalah modal yang paling utama. Saya berharap kegiatan ini bukan hanya seremonial belaka, melainkan menjadi awal untuk membiasakan pola hidup sehat,” ujarnya.

La Safilin juga mengajak OPD, tenaga kesehatan, sekolah, pemerintah desa dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi agar angka stunting di Buton Selatan dapat ditekan secara bertahap.

Kegiatan turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Buton Selatan, Kepala Kantor Kementerian Agama, Camat dan Kapolsek Lapandewa, Kepala SMA Negeri 1 Lapandewa, para kepala desa serta peserta didik.

Laporan : Haris

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini