Hari Kelima Pencarian, Nelayan Anambas Ditemukan Selamat di Perairan Malaysia

0
16
FOTO : Bachtiar (61), nelayan asal Desa Genting Pulur, Anambas ditemukan dalam keadaan selamat bersama pompong miliknya di perairan Malaysia, Kamis (15/10/2026).

Bursakota.co.id, Anambas – Kabar menggembirakan datang dari operasi pencarian nelayan yang hilang kontak di perairan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas.

Setelah lima hari pencarian, Bachtiar (61), nelayan asal Desa Genting Pulur, ditemukan dalam keadaan selamat bersama pompong miliknya di perairan Malaysia, Kamis (15/10/2026).

Informasi penemuan tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna dari Maritime Rescue Sub-Centre (MRSC) Kuantan, Malaysia, pada pukul 16.01 WIB.

Berdasarkan informasi awal, Bachtiar ditemukan oleh kapal pemancing Malaysia di koordinat 02°40.140′ Lintang Utara dan 104°34.545′ Bujur Timur.

Pompong yang digunakan korban diduga hanyut hingga memasuki perairan Malaysia setelah kehabisan bahan bakar saat melaut.

Kepastian mengenai penemuan korban juga diperkuat setelah anak korban, Sabriadi, membenarkan video penemuan Bachtiar beserta pompongnya kepada Unit Siaga SAR (USS) Jemaja pada pukul 16.11 WIB.

Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, S.E., membenarkan informasi penemuan tersebut. Ia mengatakan, pihaknya masih melakukan koordinasi intensif dengan MRSC Kuantan Malaysia untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman dan lancar.

“Kami telah menerima informasi dari MRSC Kuantan bahwa korban yang diyakini merupakan nelayan Kabupaten Anambas yang kita cari beserta pompongnya ditemukan dalam keadaan selamat oleh kapal pemancing Malaysia,” ujar Abdul Rahman.

Menurutnya, koordinasi lintas negara terus dilakukan mengingat lokasi penemuan korban berada di wilayah perairan Malaysia.

“Kita berharap prosesnya berjalan lancar dan korban dapat segera dipertemukan kembali kepada keluarganya,” tambahnya.

Libatkan Unsur Gabungan

Operasi pencarian Bachtiar melibatkan berbagai unsur gabungan, di antaranya Posal dan Polsek di Jemaja, BPBD, Polairud Polres Kepulauan Anambas, Pemerintah Kecamatan Jemaja Timur, jajaran pemerintah desa, serta kelompok Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI).

Dukungan koordinasi lintas negara juga dilakukan melalui Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi Kepulauan Riau guna mendukung penanganan dan proses pemulangan korban.

Sebelumnya, Bachtiar dilaporkan pergi melaut pada 10 Oktober 2026 dan belum kembali, sehingga memicu operasi pencarian oleh tim SAR gabungan di sekitar perairan Jemaja.

Penemuan Bachtiar dalam keadaan selamat menjadi kabar melegakan bagi keluarga dan seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian.

Meski demikian, hingga informasi ini disampaikan, proses evakuasi masih dalam tahap koordinasi dengan otoritas SAR Malaysia. Tim SAR terus berupaya memastikan keselamatan korban dan kelancaran proses pemulangan ke wilayah Indonesia.

Editor : papi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini