Ansar Temui Wamen Giring, Pemerintah Pusat Siap Perkuat Kawasan Bersejarah Pulau Penyengat

0
18
FOTO : Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Giring Ganesha Djumaryo saat menerima kunjungan kerja Gubernur Kepri Ansar Ahmad

Jakarta – Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Giring Ganesha Djumaryo, kembali menegaskan dukungannya terhadap pengembangan kawasan Pulau Penyengat, termasuk rencana pembangunan Museum dan Monumen Tugu Bahasa sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan budaya Melayu.

Komitmen tersebut disampaikan saat menerima kunjungan kerja Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, di Kantor Kementerian Kebudayaan RI, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

“Kementerian Kebudayaan siap mendukung penuh. Penataan ini bukan hanya soal estetika, tetapi bagaimana masyarakat dapat belajar dan merasakan langsung konteks sejarah maritim Melayu,” tegas Giring.

Dalam audiensi tersebut, Gubernur Ansar didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Kepri Herry Andrianto, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Kepri Jumhari, serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Kepri Dodi Sepka Novyandi.

Pertemuan membahas berbagai langkah strategis terkait penataan, pelestarian, dan pengembangan kawasan Pulau Penyengat yang dikenal sebagai pusat sejarah Kesultanan Riau-Lingga sekaligus salah satu warisan budaya terpenting di Kepulauan Riau.

Dalam kesempatan tersebut, Ansar menyampaikan bahwa pembangunan Museum dan Monumen Tugu Bahasa telah memasuki tahap kesiapan. Anggaran pembangunan telah tersedia dan desain proyek juga telah disiapkan.

Menurutnya, dukungan pemerintah pusat sangat dibutuhkan untuk mempercepat pengembangan Pulau Penyengat sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya bertaraf nasional maupun internasional.

“Pulau Penyengat sudah menjadi kebanggaan bagi kita semua karena telah banyak dikunjungi wisatawan mancanegara,” ujar Ansar.

Ia menjelaskan, wisatawan yang datang ke Pulau Penyengat tidak hanya berasal dari negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, tetapi juga dari berbagai negara Eropa seperti Italia dan Prancis. Selain itu, kawasan tersebut juga kerap menjadi tujuan kunjungan akademisi, mahasiswa, hingga pejabat tinggi dari berbagai negara.

Ansar menilai potensi sejarah dan budaya yang dimiliki Pulau Penyengat perlu terus diperkuat melalui pembangunan infrastruktur pendukung, pelestarian situs cagar budaya, serta pengembangan pusat edukasi sejarah Melayu yang representatif.

Di akhir pertemuan, Gubernur Ansar turut mengundang Wamen Giring untuk berkunjung langsung ke Pulau Penyengat guna melihat potensi dan perkembangan kawasan tersebut secara lebih dekat.

Dengan dukungan Kementerian Kebudayaan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berharap pengembangan Pulau Penyengat dapat semakin memperkuat posisinya sebagai pusat peradaban Melayu dan destinasi wisata budaya unggulan Indonesia.

Editor : Papi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini