BPJS Ketenagakerjaan Sosialisasikan UCJ dan K3 di Seminar Nasional HIMAKESMAS UTU

0
12
FOTO : Seminar Nasional yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat (HIMAKESMAS) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Teuku Umar (UTU), Rabu (6/5/2026), di Aula Cut Nyak Dhien UTU, Aceh Barat.

Meulaboh – BPJS Ketenagakerjaan terus memperkuat upaya peningkatan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di tengah perkembangan dunia kerja yang semakin dinamis.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Seminar Nasional yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat (HIMAKESMAS) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Teuku Umar (UTU), Rabu (6/5/2026), di Aula Cut Nyak Dhien UTU, Aceh Barat.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian MICE ON PH (Meet, Invention, Convention, and Exhibition on Public Health), agenda tahunan HIMAKESMAS yang menghadirkan akademisi, mahasiswa, serta berbagai pemangku kepentingan di bidang kesehatan masyarakat.

Mengangkat tema “Optimalisasi Peran Mahasiswa dalam Mendorong Pembangunan Kesehatan Berkelanjutan Berbasis SDG’s di Tengah Modernisasi Perkembangan Society 5.0”, seminar menghadirkan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Meulaboh, Fachri Idris, sebagai narasumber.

Dalam pemaparannya, Fachri menekankan pentingnya _Universal Coverage_ Jamsostek (UCJ) dan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai bagian dari upaya menciptakan pekerja yang sehat, produktif, dan terlindungi.

Menurutnya, kesadaran terhadap perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan perlu ditanamkan sejak dini, khususnya kepada generasi muda yang akan menjadi bagian dari dunia kerja di masa depan.

Ia menjelaskan bahwa perlindungan BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya diperuntukkan bagi pekerja formal, tetapi juga penting bagi pekerja informal, pelaku usaha mandiri, hingga mahasiswa yang aktif dalam berbagai kegiatan organisasi dan kepanitiaan.

“Mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki peran strategis dalam meningkatkan literasi masyarakat mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Kesadaran ini penting agar setiap pekerja memiliki rasa aman dalam beraktivitas dan bekerja,” ujar Fachri.

Sebagai bentuk nyata implementasi perlindungan kerja, sebanyak 46 panitia kegiatan turut didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan kategori Bukan Penerima Upah (BPU) selama masa persiapan hingga pelaksanaan kegiatan berlangsung.

Langkah tersebut menjadi wujud kepedulian terhadap aspek keselamatan kerja sekaligus mendorong budaya sadar perlindungan sosial ketenagakerjaan di lingkungan generasi muda dan dunia pendidikan.(Bk/Dedy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini