BPP Samatiga Gandeng BPJS Ketenagakerjaan, Penyuluh Pertanian Aceh Barat Diajak Pahami Pentingnya Jaminan Sosial

0
14
FOTO : BPJS Ketenagakerjaan Cabang Meulaboh saat melakukan sosialisasi bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Samatiga,

Aceh Barat – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Meulaboh terus memperkuat upaya perluasan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja sektor pertanian melalui kegiatan sosialisasi program dan rapat kerja bersama para penyuluh pertanian Kabupaten Aceh Barat.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Samatiga, Rabu (13/5/2026), diikuti puluhan penyuluh pertanian sebagai bentuk penguatan pemahaman mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi petani dan pekerja sektor informal yang memiliki risiko kerja cukup tinggi di lapangan.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Meulaboh, Fachri Idris, menegaskan bahwa pekerja sektor pertanian merupakan salah satu kelompok pekerja yang membutuhkan perlindungan jaminan sosial secara berkelanjutan.

Aktivitas kerja yang dilakukan di lapangan memiliki berbagai potensi risiko, mulai dari kecelakaan kerja hingga risiko sosial ekonomi yang dapat berdampak pada kesejahteraan keluarga pekerja.

Menurutnya, kehadiran BPJS Ketenagakerjaan menjadi bentuk nyata perlindungan negara melalui berbagai program manfaat, seperti Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), hingga Jaminan Hari Tua (JHT).

“Pekerja sektor pertanian memiliki kontribusi besar terhadap ketahanan pangan dan perekonomian daerah. Karena itu, penting bagi mereka untuk mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan agar dapat bekerja dengan lebih aman dan tenang,” ujarnya.

Ia juga berharap para penyuluh pertanian dapat menjadi agen edukasi di tengah masyarakat dengan menyampaikan pentingnya perlindungan jaminan sosial kepada para petani dan pekerja informal di wilayah Aceh Barat.

Selain menjadi sarana edukasi, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai wadah koordinasi dan evaluasi kerja penyuluh pertanian, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja di daerah.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung melalui berbagai diskusi dan pertanyaan terkait mekanisme pendaftaran, manfaat program, hingga cakupan perlindungan bagi pekerja nonformal, khususnya di sektor pertanian.(Bk/Dedy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini