Bupati Cen Sui Lan Saksikan Wartawan Adu Strategi, Canda dan Keakraban Warnai Pertandingan Domino

0
9
FOTO : Bupati Natuna, Cen Sui Lan, hadir menyaksikan pertandingan yang digelar Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Natuna bersama Komunitas Pecinta Domino Natuna (KPDN).

Natuna – Biasanya, para wartawan di Kabupaten Natuna sibuk memburu informasi, mencatat peristiwa, membidik kamera, hingga merangkai berita untuk disampaikan kepada masyarakat. Namun, Rabu (28/10/2026) malam, suasana berbeda terasa di Pantai Piwang, Ranai. Kali ini, mereka berkumpul bukan untuk meliput peristiwa, melainkan mengadu strategi di meja domino.

Tawa dan canda sesekali terdengar di antara peserta. Di tengah semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Natuna, para insan pers menikmati jeda dari rutinitas jurnalistik yang setiap hari menuntut kecepatan, ketelitian, dan tanggung jawab.

Suasana semakin hangat ketika Bupati Natuna, Cen Sui Lan, hadir menyaksikan pertandingan yang digelar Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Natuna bersama Komunitas Pecinta Domino Natuna (KPDN).

Melihat para wartawan serius menyusun strategi, Cen Sui Lan melontarkan candaan yang langsung mencairkan suasana.

“Mana nih suaranya, pandai kah main domino? Kan biasanya nulis,” ujar Cen Sui Lan sembari tersenyum.

Pertanyaan sederhana itu mengundang keakraban. Para wartawan yang biasanya berada di balik berita kini menjadi bagian dari cerita malam itu. Mereka tak lagi sekadar mengamati dan mencatat, tetapi ikut merasakan ketegangan pertandingan, membaca langkah lawan, dan mengandalkan kekompakan bersama pasangan masing-masing.

Meja domino, ruang kebersamaan

Sebanyak 19 tim, masing-masing terdiri dari dua orang, ambil bagian dalam turnamen khusus insan pers tersebut. Di atas meja, setiap pasangan berusaha meraih kemenangan dengan memperhitungkan setiap langkah. Persaingan berlangsung, tetapi suasana kekeluargaan tetap terasa di antara peserta.

Bagi wartawan, kegiatan ini lebih dari sekadar pertandingan untuk memperebutkan gelar juara. Di tengah kesibukan meliput kegiatan pemerintahan, persoalan sosial, hingga berbagai peristiwa di tengah masyarakat, turnamen tersebut menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antarsesama jurnalis.

Profesi wartawan kerap menuntut mereka bergerak cepat dari satu peristiwa ke peristiwa lain. Waktu untuk duduk bersama, berbincang santai, dan menikmati kebersamaan terkadang menjadi hal yang sulit ditemukan. Karena itu, pertemuan di meja domino menghadirkan suasana berbeda dari keseharian mereka.

Di arena pertandingan, konsentrasi dan strategi menjadi penentu. Namun, di luar hitungan batu domino, ada hal lain yang tak kalah penting: menjaga silaturahmi dan merawat hubungan sosial di tengah kehidupan masyarakat Natuna.

Cen Sui Lan hadir bersama suaminya, H. Raja Mustakim, yang merupakan Founder KPDN. Kehadiran keduanya menambah semarak pertandingan yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan HUT ke-27 Kabupaten Natuna tersebut.

Turnamen domino yang melibatkan masyarakat itu telah berlangsung sejak 2 Oktober 2026. Pertandingan khusus wartawan menjadi salah satu ruang partisipasi bagi insan pers untuk ikut memeriahkan perayaan hari jadi daerah.

Persahabatan tanpa kehilangan independensi

Kebersamaan antara wartawan, komunitas, dan pemerintah daerah menjadi bagian dari kehidupan sosial yang dapat memperkuat komunikasi antarpihak. Hubungan yang terjalin melalui kegiatan informal membuka kesempatan untuk saling mengenal di luar suasana rapat, wawancara, maupun agenda peliputan.

Namun, keakraban tersebut tidak menghapus batas profesional. Wartawan tetap memiliki tanggung jawab menjaga independensi, objektivitas, dan fungsi kontrol terhadap jalannya pemerintahan. Kedekatan sosial seharusnya tidak menjadi penghalang bagi pers untuk menyampaikan kritik atau mengungkap persoalan yang menyangkut kepentingan publik.

Justru, komunikasi yang sehat perlu memberi ruang bagi hubungan yang terbuka sekaligus menghormati peran masing-masing. Pemerintah menjalankan tugasnya, sementara pers tetap bekerja untuk kepentingan masyarakat.

Semangat kebersamaan itu terasa relevan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober. Di tengah perbedaan latar belakang dan profesi, ruang perjumpaan seperti turnamen domino dapat menjadi cara sederhana untuk merawat persaudaraan.

Rozali dan Rusdi Handika keluar sebagai juara

Pertandingan malam itu akhirnya melahirkan pasangan terbaik. M. Rozali dan Rusdi Handika berhasil meraih juara pertama setelah menaklukkan pasangan Ilham dan Heri dengan skor 2-0.

Kemenangan tersebut menjadi penutup persaingan di meja domino. Meski hasil pertandingan menentukan siapa yang menjadi juara, suasana akrab yang terbangun sepanjang kegiatan memberi warna tersendiri bagi para peserta.

Di Pantai Piwang malam itu, para wartawan sejenak bertukar peran. Mereka yang biasanya memburu informasi untuk menjadi berita, kini menjadi bagian dari sebuah cerita tentang kebersamaan.

Di sela batu domino yang disusun dan strategi yang diperhitungkan, ada kesempatan untuk beristirahat dari rutinitas, mempererat silaturahmi, dan merayakan hari jadi daerah dengan cara yang sederhana.

Sebab, di balik tugas menyampaikan kabar kepada publik, para wartawan juga merupakan bagian dari masyarakat yang membutuhkan ruang untuk bertemu, berbagi tawa, dan menjaga kebersamaan.

Editor : Papi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini