
Bursakota.co.id, Anambas – Duka menyelimuti keluarga Jemi (38), seorang nelayan di Desa Nyamuk, Kecamatan Siantan Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas.
Rumah yang selama kurang lebih 6 tahun menjadi tempat berlindung keluarganya ambruk ke laut dalam hitungan detik pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.
Peristiwa itu terjadi begitu cepat. Saat kejadian, Jimi tengah berada di rumah mertuanya yang tidak jauh dari lokasi. Tiba-tiba terdengar suara kayu berderak cukup keras. Ketika ia bergegas keluar untuk melihat sumber suara, rumahnya sudah tidak mampu lagi bertahan.
“Dalam sekejap rumah langsung roboh dan tenggelam ke laut. Saya hanya bisa melihat dari kejauhan,” ujarnya dengan nada sedih.
Saksi mata, Pang Iras (40), mengatakan dirinya bersama pemilik rumah langsung berusaha menyelamatkan barang-barang yang masih bisa dievakuasi sesaat setelah bangunan roboh.
“Kami langsung membantu mengangkat barang-barang yang masih bisa diselamatkan. Kejadiannya sangat cepat,” kata Pang saras.
Sejumlah harta benda berhasil dievakuasi, di antaranya kulkas, mesin cuci, televisi, dan speaker aktif.
“Untuk semue prabotan sepertinya aman bang, cuma pakaian yang habis basah kena air masin,” ucap Jimi.
Menurut Jimi, kondisi tiang penyangga rumah memang sudah mulai lapuk dimakan usia. Rumah panggung yang berdiri di atas perairan itu telah dihuni keluarganya selama sekitar 6 tahun.
“Kalau kami tinggal di rumah itu sekitar 6 tahun, namun usia rumah itu bang lebih kurang 15 tahun lah, rumah ini miliki mertua saya,” ungkapnya.
Kini, Jemi bersama istri dan dua anak mereka terpaksa mengungsi sementara ke rumah mertua sambil menunggu kepastian mengenai tempat tinggal mereka selanjutnya.
Musibah yang dialami keluarga nelayan tersebut mengundang rasa iba warga sekitar. Sejumlah tetangga bergotong royong membantu memindahkan barang-barang yang masih tersisa agar tidak ikut hanyut terbawa air laut.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan kondisi sejumlah rumah panggung di wilayah pesisir yang telah berusia tua dan membutuhkan perhatian serius, sehingga kejadian serupa tidak kembali menimpa warga lainnya.(BK/Jun).












