Desa Barangka Jadi Pusat Perayaan Budaya Maritim, 15 Desa Ramaikan Festival Transportasi Tradisional Pulau Buton

0
27
FOTO : Festival Transportasi Tradisional Pulau Buton

Bursakota.co.id, Buton – Desa Barangka, Kecamatan Kapontori, Kabupaten Buton, menjadi pusat perayaan budaya maritim melalui penyelenggaraan Festival Transportasi Tradisional Pulau Buton yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme masyarakat, Selasa (21/04/2026)

Kegiatan ini melibatkan 15 kelompok peserta dari 15 desa yang turut berpartisipasi aktif dalam berbagai rangkaian acara.

Festival ini digelar sebagai bentuk pelestarian transportasi tradisional khas masyarakat pesisir, khususnya perahu (koli-koli) yang telah menjadi bagian dari identitas budaya Buton.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi wisata pesisir kepada masyarakat luas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Dalam sambutannya, Bupati Kabupaten Buton Alvin Akawijaya Putra, S.H., menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia juga berharap festival ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda tahunan daerah.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya sukses hari ini, tetapi juga dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya dan pengembangan potensi daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Barangka, Ir. Suharman, S.T., menyampaikan harapannya agar ke depan tidak hanya festival ini yang dapat terselenggara, tetapi juga berbagai kegiatan budaya lainnya.

“Kami berharap ke depan akan semakin banyak festival yang dapat dilaksanakan di Desa Barangka. Selain melestarikan budaya, kegiatan seperti ini juga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM di sekitar lokasi kegiatan,” ungkapnya.

Di sisi lain, Ketua Koordinator kegiatan, Dian Budiman, menyampaikan rasa syukur atas tingginya antusiasme masyarakat dalam menyambut festival ini.

Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat menjadi bukti bahwa budaya lokal masih memiliki daya tarik yang kuat.

“Kami sangat bersyukur melihat antusiasme masyarakat yang begitu tinggi. Ini menunjukkan bahwa semangat untuk melestarikan budaya masih sangat kuat,” tuturnya.

Lebih lanjut, Dian juga mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan sebagai hiburan semata, tetapi juga sebagai wadah edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

“Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan generasi muda dalam menjaga serta mengembangkan budaya lokal agar tetap relevan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tambahnya.

Dengan terselenggaranya Festival Transportasi Tradisional Pulau Buton di Desa Barangka, diharapkan kegiatan ini dapat terus berlanjut secara berkelanjutan, menjadi agenda rutin daerah, serta memberikan dampak positif bagi pelestarian budaya dan kesejahteraan masyarakat pesisir di Kabupaten Buton.

Laporan : La Ode

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini