
Natuna, Bursakota.co.id — Empat mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Institut Agama Islam (IAI) Natuna resmi menyelesaikan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Sekretariat Daerah Kabupaten Natuna.
Kegiatan PKL berlangsung selama kurang lebih dua bulan, terhitung sejak 3 Agustus hingga 5 Oktober 2026. Keempat mahasiswa tersebut yakni Muhammad Raus, Nerena San Faisah, Rada Sapna, dan Lidiya.
Berakhirnya kegiatan PKL ditandai dengan penjemputan mahasiswa secara langsung oleh Ketua Program Studi KPI IAI Natuna, Septian Liandy, M.Pd., yang turut didampingi Kepala Bagian Prokopim Setda Natuna, Deprizal, M.Eng.
Dalam kesempatan tersebut, Septian Liandy menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Prokopim Setda Natuna yang telah menerima serta memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar dan memperoleh pengalaman kerja secara langsung.
“Terima kasih karena telah memberikan kesempatan kepada anak-anak kami untuk melaksanakan PKL di sini. Dua bulan memang terasa singkat, tetapi kami berharap pengalaman yang mereka dapatkan dapat menjadi bekal dan menambah keterampilan mereka ke depannya,” ujar Septian.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalani PKL terdapat kesalahan maupun kekurangan dari para mahasiswa.
Menurutnya, pengalaman terjun langsung ke lingkungan kerja menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran mahasiswa, terutama untuk menghubungkan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik di lapangan.
Teori dan Praktik Harus Berjalan Seimbang
Sementara itu, Kabag Prokopim Setda Natuna, Deprizal, M.Eng., mengaku senang dengan kehadiran para mahasiswa selama menjalani PKL.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya belajar, tetapi juga turut membantu berbagai kegiatan yang berlangsung di lingkungan Prokopim.
“Kami sangat senang dan berterima kasih atas waktu dan tenaga adik-adik selama membantu kami di Prokopim. Teori dan praktik harus berjalan seimbang. Ilmu yang dipelajari akan semakin berarti ketika dapat dipraktikkan secara langsung,” kata Deprizal.
Ia berharap pengalaman selama dua bulan tersebut dapat memberikan manfaat bagi para mahasiswa sekaligus menjadi bekal untuk mengembangkan kemampuan mereka ketika memasuki dunia kerja.
Tinggalkan Kenangan dan Pengalaman Berharga
Sementara itu, Muhammad Raus yang mewakili mahasiswa PKL menyampaikan rasa terima kasih kepada Kabag Prokopim beserta seluruh jajaran yang telah menerima, membimbing dan memberikan pengalaman selama mereka berada di lingkungan kerja pemerintahan.
“Kami sangat senang dan bangga pernah menjadi bagian dari Prokopim. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Kami juga memohon maaf apabila selama berada di sini terdapat kesalahan dan kekurangan. Semoga Prokopim ke depannya semakin baik dan tetap kompak,” ungkap Raus.
Raus juga menyampaikan pesan perpisahan yang menggambarkan berakhirnya masa PKL sekaligus dimulainya perjalanan baru bagi para mahasiswa.
“Setiap orang ada masanya dan setiap masa ada orangnya. Kini kami harus pamit, tetapi pengalaman dan ilmu yang kami dapatkan selama berada di sini akan selalu menjadi bagian dari perjalanan kami,” tuturnya.
Kegiatan penjemputan dan pelepasan mahasiswa PKL kemudian ditutup dengan penyerahan cenderamata dari mahasiswa kepada Kabag Prokopim Setda Natuna serta sesi foto bersama.
Bagi keempat mahasiswa KPI IAI Natuna, dua bulan berada di Prokopim bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengenal langsung dunia kerja, membangun komunikasi profesional serta mengasah keterampilan yang selama ini dipelajari di bangku perkuliahan.
Editor : Papi












