HUT ke-27 Natuna, Cen Sui Lan Paparkan Dukungan Anggaran Rp637,5 Miliar dan Sejumlah Proyek Strategis

0
35

NATUNA — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Natuna menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan pembangunan sekaligus mengevaluasi berbagai tantangan yang masih harus diselesaikan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan utara Indonesia tersebut.

Mengusung tema “Arif Melangkah Berjaya Tuah”, upacara peringatan HUT ke-27 Kabupaten Natuna berlangsung khidmat di Alun-alun Pantai Piwang, Senin (12/10/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung Bupati Natuna, Cen Sui Lan, dan dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Natuna, pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua dan anggota DPRD, serta tokoh masyarakat, cendekiawan, dan alim ulama.

Dalam amanatnya, Cen Sui Lan menegaskan bahwa peringatan hari jadi daerah bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk mengenang sejarah pembentukan Kabupaten Natuna, mengapresiasi perjuangan para pendahulu, serta mengevaluasi capaian dan persoalan pembangunan yang masih memerlukan perhatian bersama.

“Peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Natuna tahun 2026 ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum penting bagi kita semua untuk mengenang perjalanan sejarah, merefleksikan berbagai capaian pembangunan, sekaligus mengevaluasi tantangan dan persoalan yang masih harus kita selesaikan bersama,” demikian disampaikan Cen dalam amanatnya.

Kabupaten Natuna terbentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 53 Tahun 1999. Selama 27 tahun perjalanan pemerintahan dan pembangunan, daerah kepulauan yang berada di beranda utara Indonesia itu telah mengalami berbagai perkembangan. Namun, pemerintah daerah juga mengakui masih terdapat pekerjaan rumah yang membutuhkan kesungguhan, perencanaan matang, dan kerja sama lintas sektor.

Cen turut menyampaikan penghargaan kepada para tokoh pejuang pembentukan daerah, pendiri Kabupaten Natuna, mantan pemimpin pemerintahan, serta seluruh masyarakat yang telah memberikan sumbangsih bagi pembangunan daerah.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan yang dirasakan saat ini tidak terlepas dari kerja keras, pengorbanan, dan perjuangan panjang berbagai pihak. Karena itu, semangat persatuan dan gotong royong harus terus dijaga untuk melanjutkan pembangunan pada masa mendatang.

Akui Keterbatasan Fiskal, Pembangunan Harus Tetap Berjalan

Di tengah keterbatasan kemampuan fiskal daerah, Cen menyebut Pemerintah Kabupaten Natuna terus berupaya menjalankan program pembangunan, terutama pada sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan penguatan ekonomi kerakyatan.

Ia menilai keterbatasan anggaran harus dihadapi melalui kebijakan yang tepat, perencanaan terukur, penetapan prioritas yang matang, serta penguatan sinergi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

Kondisi tersebut, menurutnya, tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan upaya pembangunan. Sebaliknya, pemerintah dituntut bekerja lebih efektif, kreatif, dan inovatif dalam menggali potensi daerah serta memperjuangkan dukungan anggaran dari pemerintah di tingkat lebih tinggi.

Dalam amanatnya, Cen juga memaparkan sejumlah indikator pembangunan sebagai gambaran kondisi Natuna sekaligus bahan evaluasi untuk menentukan arah kebijakan berikutnya.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Natuna pada 2025 tercatat meningkat menjadi 78,94 poin. Capaian ini, menurutnya, perlu diikuti dengan pemerataan akses serta peningkatan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan agar manfaat pembangunan manusia dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Sementara itu, tingkat kemiskinan pada 2025 tercatat sebesar 4,81 persen, turun 0,44 poin dibandingkan tahun sebelumnya.

Cen menyebut penurunan tersebut sebagai perkembangan yang patut disyukuri. Namun, upaya pengentasan kemiskinan tetap perlu diperkuat melalui program yang tepat sasaran, pemberdayaan masyarakat, dan perluasan kesempatan ekonomi agar semakin banyak warga mampu meningkatkan taraf hidupnya.

Dari sisi pemerataan ekonomi, rasio Gini Natuna pada 2025 tercatat sebesar 0,263 poin. Indikator tersebut menjadi salah satu gambaran tingkat ketimpangan pengeluaran masyarakat yang perlu dijaga melalui pembangunan lebih merata dan kebijakan yang membuka kesempatan ekonomi seluas-luasnya.

Adapun Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada 2025 tercatat sebesar 3,98 persen. Dalam amanatnya, Cen menyoroti persoalan ketenagakerjaan yang harus ditindaklanjuti melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan keterampilan tenaga kerja, serta perluasan kesempatan kerja.

Pemerintah daerah juga didorong untuk mengembangkan usaha masyarakat dan mengoptimalkan potensi ekonomi lokal agar mampu menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan.

Pertumbuhan Ekonomi 9,51 Persen, Nonmigas Masih 0,59 Persen

Pada sektor ekonomi, Cen menyampaikan bahwa hingga triwulan II 2026, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Natuna tercatat sebesar 9,51 persen dengan memasukkan sektor minyak dan gas bumi (migas).

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi tanpa migas tercatat sebesar 0,59 persen. Angka tersebut menunjukkan perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mengalami kontraksi sebesar 1,61 persen.

Perbedaan angka pertumbuhan ekonomi dengan dan tanpa migas menjadi salah satu gambaran penting mengenai tantangan struktur ekonomi Natuna. Pertumbuhan yang ditopang sektor migas perlu diimbangi dengan penguatan sektor-sektor produktif lainnya agar manfaat pembangunan tidak hanya tercermin dalam angka statistik.

Cen menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi harus mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta memberikan manfaat nyata bagi nelayan, petani, pelaku usaha, dan seluruh lapisan masyarakat.

Pemerintah daerah, lanjutnya, ingin mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan.

Dengan demikian, penguatan sektor nonmigas menjadi pekerjaan penting agar perekonomian daerah memiliki sumber pertumbuhan yang lebih beragam dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Natuna Terima Dukungan Anggaran Rp637,5 Miliar

Di tengah keterbatasan fiskal daerah, Cen mengungkapkan Kabupaten Natuna memperoleh dukungan anggaran dari APBN dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau pada 2026 dengan nilai sekitar Rp637.533.910.200 atau Rp637,53 miliar.

Menurutnya, dukungan tersebut merupakan hasil upaya pemerintah daerah dalam memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah pusat melalui kementerian dan lembaga, serta Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

Anggaran tersebut diarahkan untuk mendukung berbagai program pembangunan, meliputi infrastruktur, pendidikan, perikanan, pertanian, perumahan, ketahanan pangan, hingga peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Sejumlah program strategis yang disampaikan Cen dalam amanatnya antara lain:

1. Pembangunan Pasar JICA

Pembangunan pasar yang menjadi salah satu proyek strategis di Natuna tersebut mendapat alokasi anggaran sebesar Rp91.075.821.000 atau sekitar Rp91,08 miliar.

2. Kampung Nelayan Merah Putih

Program Kampung Nelayan Merah Putih direncanakan tersebar di 20 lokasi dengan pagu anggaran Rp95.731.241.000 atau sekitar Rp95,73 miliar. Program ini menjadi bagian dari dukungan pembangunan kawasan pesisir dan aktivitas masyarakat nelayan.

3. Revitalisasi 62 sekolah

Di bidang pendidikan, sebanyak 62 sekolah mendapatkan program revitalisasi yang terdiri atas 30 taman kanak-kanak (TK), 22 sekolah dasar (SD), dan 10 sekolah menengah pertama (SMP).

Total anggaran program tersebut mencapai Rp39.343.283.000 atau sekitar Rp39,34 miliar.

4. Pembangunan jalan Kelarik Hulu–Segeram

Pembangunan jalan Kelarik Hulu–Segeram mendapat alokasi anggaran sebesar Rp41,7 miliar. Infrastruktur jalan menjadi salah satu kebutuhan penting untuk mendukung konektivitas antarkawasan dan mobilitas masyarakat.

5. Pengaman pantai Kepala Tahap II

Pembangunan pengaman pantai di kawasan Kepala Tahap II mendapat anggaran Rp75,9 miliar. Program ini menjadi bagian dari pembangunan infrastruktur perlindungan kawasan pesisir.

6. Pembangunan irigasi dan rawa

Melalui kegiatan Inpres II Tahun 2026 bidang irigasi dan rawa, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp11 miliar untuk tiga lokasi, yakni Batubi di Kecamatan Bunguran Batubi, Tapau di Kecamatan Bunguran Tengah, dan Payak di Kecamatan Serasan Timur.

Selain itu, pembangunan bidang air baku dan air tanah di Batubi mendapat alokasi anggaran Rp4.987.497.000 atau sekitar Rp4,99 miliar.

7. Normalisasi sungai di delapan lokasi

Normalisasi sungai di Kabupaten Natuna dilaksanakan pada delapan lokasi dengan anggaran Rp1.955.280.000 atau sekitar Rp1,96 miliar.

Sejumlah sungai yang disebutkan dalam amanat bupati antara lain Sungai Limau Manis, Sungai Ranai Darat, Sungai Sihotang, Sungai Silas, dan Sungai Batu Hitam.

8. Perbaikan 393 rumah tidak layak huni

Pemerintah juga mengalokasikan anggaran Rp7,86 miliar untuk program perbaikan dan pemugaran 393 unit rumah tidak layak huni (RTLH).

Program tersebut ditujukan untuk membantu meningkatkan kualitas hunian masyarakat yang membutuhkan.

9. Pembangunan Sekolah Rakyat

Pembangunan Sekolah Rakyat menjadi salah satu program dengan nilai anggaran terbesar yang disampaikan dalam amanat tersebut, yakni Rp215.749.462.000 atau sekitar Rp215,75 miliar.

Program ini masuk dalam dukungan pembangunan bidang pendidikan dan diharapkan menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan pendidikan.

10. Gudang Bulog di tiga pulau

Dalam mendukung ketersediaan pangan, pembangunan gudang Bulog direncanakan tersebar di tiga lokasi, yaitu Pulau Laut, Midai, dan Serasan.

Keberadaan fasilitas tersebut menjadi penting bagi wilayah kepulauan yang menghadapi tantangan distribusi barang dan kebutuhan pokok antarpulau.

11. Hilirisasi kelapa dalam

Program hilirisasi kelapa dalam mencakup lahan seluas 350 hektare dengan anggaran Rp2.259.227.200 atau sekitar Rp2,26 miliar.

Program ini berkaitan dengan upaya mengembangkan potensi komoditas perkebunan agar memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

12. Pengembangan jaringan irigasi dan pertanian

Pembangunan jaringan irigasi air tanah mendapat alokasi Rp12 miliar.

Selain itu, pembangunan irigasi perpompaan, bangunan konservasi, dan jalan usaha tani di 11 lokasi mendapat anggaran Rp1.425.500.000 atau sekitar Rp1,43 miliar.

Dukungan tersebut diarahkan untuk menunjang aktivitas pertanian dan meningkatkan akses terhadap infrastruktur produksi.

13. Rehabilitasi Pelabuhan Selat Lampa

Rehabilitasi fasilitas Pelabuhan Selat Lampa mendapat anggaran Rp25.143.599.000 atau sekitar Rp25,14 miliar.

Selain rehabilitasi, terdapat pula pengadaan dan pemasangan dermaga apung berbahan high-density polyethylene (HDPE) di pelabuhan tersebut dengan anggaran Rp3.485.000.000 atau sekitar Rp3,49 miliar.

Pembangunan infrastruktur pelabuhan menjadi bagian penting dalam mendukung konektivitas, distribusi logistik, serta aktivitas ekonomi masyarakat kepulauan.

14. Pembangunan Jembatan Sekunyan–Pian Tengah

Pembangunan jembatan Sekunyan–Pian Tengah mendapat alokasi anggaran Rp7.918.000.000 atau sekitar Rp7,92 miliar.

15. Asuransi nelayan dan beasiswa

Pada sektor perlindungan sosial dan peningkatan sumber daya manusia, program asuransi nelayan memberikan perlindungan bagi 4.361 jiwa.

Sementara itu, program beasiswa putra-putri Natuna pada 2026 diberikan kepada 76 orang yang menempuh pendidikan di sejumlah perguruan tinggi terbaik.

Selain program-program tersebut, Cen juga menyampaikan adanya program Koperasi Desa Merah Putih yang tersebar di 77 desa/kelurahan.

Berbagai program itu menjadi bagian dari dukungan pemerintah pusat dan provinsi yang diharapkan dapat mempercepat pembangunan di Natuna.

Bupati Ajak Masyarakat Kawal Pelaksanaan Program

Cen menegaskan bahwa berbagai dukungan anggaran dan program pembangunan tersebut harus dimanfaatkan secara optimal agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan program, menjaga hasil pembangunan yang telah dicapai, serta berpartisipasi aktif dalam mengembangkan potensi daerah.

Menurutnya, pembangunan Natuna tidak dapat dilakukan oleh pemerintah kabupaten semata. Diperlukan sinergi antara pemerintah kabupaten, pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, DPRD, instansi vertikal, dunia usaha, dan seluruh lapisan masyarakat.

Kebersamaan dan gotong royong, lanjutnya, menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan pembangunan, termasuk keterbatasan fiskal daerah.

Cen juga mengajak masyarakat menjaga persaudaraan dan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan dalam membangun daerah.

“Mari kita terus melangkah bersama, dengan keyakinan bahwa melalui kerja keras, kebersamaan, dan doa, Kabupaten Natuna akan semakin maju dan mampu memberikan kehidupan yang lebih baik bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang,” ujarnya.

Menutup amanatnya, Cen Sui Lan menyampaikan ucapan Dirgahayu Kabupaten Natuna ke-27. Ia berharap Natuna semakin maju, makmur, berdaya saing, serta tetap menjunjung tinggi budaya dan nilai-nilai luhur masyarakatnya.

Peringatan hari jadi ke-27 ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran atau banyaknya program yang direncanakan. Lebih dari itu, manfaat yang dirasakan masyarakat, pemerataan pembangunan antarpulau, peningkatan kesempatan kerja, serta penguatan ekonomi di luar migas menjadi bagian penting dari pekerjaan yang harus terus diperjuangkan.

Dengan dukungan anggaran pusat dan provinsi yang mencapai sekitar Rp637,53 miliar, masyarakat kini memiliki harapan agar berbagai program tersebut dapat dilaksanakan secara tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan sehingga pembangunan benar-benar memberikan dampak nyata bagi kehidupan warga Natuna. (Bk/Dika)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini