Bursakota.co.id, Natuna — Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Natuna tahun 2026, gerakan bakti lingkungan berupa penanaman terumbu karang dan aksi bersih pantai massal akan digelar di kawasan Pulau Senua.
Gerakan tersebut diinisiasi Lembaga Pengelola Sumber Daya Pesisir (LPSDP) Natuna bersama Natuna Dive Centre dan Komunitas Natuna Freediving Club (NFC), dengan dukungan Badan Pengelola Geopark Natuna (BPGN).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan laut di sekitar geosite Geopark Natuna, sekaligus mendorong pola pengelolaan kawasan berbasis konservasi dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Ketua LPSDP Natuna, Cherman, mengatakan gerakan tersebut tidak hanya berorientasi pada kegiatan lingkungan, tetapi juga menjadi langkah awal membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya pengelolaan geosite secara berkelanjutan.
Menurutnya, pengelolaan geosite geopark harus mampu menjaga nilai ekologis dan geologis kawasan sekaligus memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat sekitar melalui pemanfaatan sumber daya yang ramah lingkungan.
“Pengelolaan kawasan geosite harus berbasis konservasi. Selain menjaga dan merawat, pengelolaan kawasan juga harus memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar melalui pemanfaatan sumber daya kawasan secara ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ujar Cherman.
Ia menjelaskan, kegiatan penanaman terumbu karang dan bersih pantai tersebut diharapkan menjadi momentum awal untuk membangun gerakan bersama dalam mendorong Natuna menuju UNESCO Global Geopark.
Cherman menilai keberadaan geosite tidak hanya memiliki nilai dari sisi lingkungan dan pariwisata, tetapi juga dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat berbagai aspek pembangunan daerah.
“Kenapa ini penting, karena manfaat dari geosite geopark selain untuk kesejahteraan masyarakat, juga sebagai daya tarik Natuna dalam segala bidang, termasuk sosial politik, pembangunan, pertahanan keamanan, serta kedaulatan negara,” katanya.
Digelar di Pulau Senua
Pulau Senua dipilih sebagai lokasi kegiatan karena kawasan tersebut memiliki nilai penting dalam ekosistem pesisir dan merupakan salah satu kawasan geosite Geopark Natuna.
Rangkaian kegiatan direncanakan berlangsung pada akhir pekan pertama atau kedua dalam rangkaian HUT ke-27 Kabupaten Natuna. Namun, untuk waktu pelaksanaan puncak kegiatan masih bersifat tentatif dan akan disesuaikan dengan kondisi serta kesiapan di lapangan.
Selain aksi penanaman terumbu karang, kegiatan juga akan diisi dengan aksi bersih pantai secara massal sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan kawasan pesisir.
LPSDP Natuna bersama para penggagas kegiatan mengajak pemerintah, komunitas, pelaku usaha, organisasi masyarakat, generasi muda, wisatawan, hingga masyarakat umum untuk turut mengambil bagian.
“Kami mengajak semua pihak, mari kita dukung gerakan ini sebagai langkah nyata kontribusi kita semua untuk Natuna,” ajaknya.
Bisa Ikut Melalui Adopsi Terumbu Karang
Partisipasi masyarakat dalam gerakan konservasi tersebut tidak harus dilakukan secara langsung di Pulau Senua.
Bagi masyarakat yang belum dapat hadir di lokasi, dukungan dapat diberikan melalui program adopsi terumbu karang yang disiapkan oleh pelaksana.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan publik dalam mendukung upaya pemulihan dan pelestarian ekosistem terumbu karang di perairan Natuna.
Informasi mengenai program adopsi terumbu karang dapat diperoleh melalui tautan, barcode, maupun dengan menghubungi langsung panitia pelaksana. Masyarakat juga dapat mengakses informasi melalui laman resmi LPSDP Natuna.
Gerakan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial dalam rangka memperingati HUT Kabupaten Natuna, tetapi berkembang menjadi gerakan konservasi yang berkelanjutan.
Dengan keterlibatan berbagai elemen, Pulau Senua diharapkan tidak hanya tetap menjadi kawasan yang memiliki daya tarik wisata, tetapi juga menjadi contoh bagaimana pelestarian lingkungan, pengembangan ekonomi masyarakat, dan pengelolaan geosite dapat berjalan secara beriringan.
Editor : Papi













