Inilah Kisah Pemuda Tomi Andri, Seorang Guru Sekolah Buta Huruf

0
484
Tomi Andri ketika mengajar Sekolah Buta Huruf (SBH). (foto istimewa)

Bursakota.co.id, Anambas – Pemuda kelahiran 1994 yang sering di kenal dengan Tomi ini, memiliki motivasi dalam segi dunia pendidikan terlebih untuk orang-orang tua di daerahnya sendiri.

Setelah menyelesaikan kuliahnya pada 2018, ia langsung pulang ke kampung halamannya Desa Liuk, Kecamatan Siantan Tengah, Kabupaten Kepulauan Anambas.

Ia menceritakan keinginannya bahwa sejak selesai kuliah, ia sudah berkeinginan untuk mendirikan (SBH) Sekolah Buta Huruf.

“Sebetulnya Wak, kawan lah lame nak bukok Sekolah Buta Huruf ni, lebih tepat die waktu kawan baru siap kuliah, pade 2019,” jelas Tomi pada wartawan BursaKota.co.id Rabu melaluai via telphone, (15/09/2021).

Namun pada tahun itu ia belum bisa mewujudkan keinginannya untuk membangun SBH, hal itu disebabkan Tomi belum masuk di karang taruna dan masih belum dikenal orang miskipun di kampung halamannya.

“Pas waktu 2019 Kawan lom bise Wak bukok SBH ni Wak, soalnye kawan lom masuk di Karang taruna, maklum la Wak kawan lom bonyok orang kenal,” ucap Tomi.

Sebelumnya Tomi juga sempat mengajar di SMKN 1 Anambas selama 3 bulan, selain itu kegiatan sehari-hari mengajar di SMPN 2 Air Asok.

“Kawan selain di SBH kawan ngojo Wak dekot SMPN 2 Air Asok, dan kawan pon sempat ngojo dekot SMKN 1 Anambas selame 3 bulan,” tukas Tomi.

Miskipun niat Tomi untuk membantu dan tanpa biaya sama sekali tetap saja masih di cemooh oleh masyarakat, namun hal itu tidak membuat mundur baginya.

“Waktu pendataan untuk warga yang buta huruf, kawan sempat Wak tak di anggap seme orang, katenye buat ape lagi belajar bukan bise keje gok lah tue (red Tomi), tapi kawan tak nyerah Wak,” jelas Tomi.

Bahkan Tomi sanggup menjemput para murid-muridnya yang sudah memasuki usia 40 tahun tersebut di rumah mereka mansing-mansing.

“Kadang kawan jemput sendiri Wak murid-murid kawan dekat rumah die, maklum Wak murid kawan ni rate-rate dah berumu 40 tahun,” ungkap Tomi.

Tujuan Tomi membuka sekolah SBH ini tidak lain tidak bukan adalah untuk membatu masyarakat yang pada saat ini jauah dari dunia pendidikan terlebih lagi masyarakat yang sudah tua atau lanjut usia.

“Tujuan kawan buka SBH ni untuk ngebantu orang-orang tue yang tak bise bace tulis same sekali wak”, ungakap Tomi kepada wartawan Bursakota.co.id

Dari sekiannya murid SBH yang diajarkan oleh Tomi ini ternyata terdapat satu murid yang sudah berumur 70 tahun, dan murid tersebut sangat sangat antusias dalam belajar, melihat keinginan muridnya yang satu ini Tomi bahkan setiap mau mulai belajar Tomi akan menjemputnya sendiri.

“Alhamdulillah Wak, murid kawan ni Wak sangat sungguh-sungguh dalam belajar, salah satunya nenek yang dah usie 70 tahun, die sanggup datang ke SBH, Kadang kawan yang jemput die,”jelasnya Tomi.

Sejak dibukanya SBH ini dan sudah berjalan 9 bulan perjuanagn Tomi ini sudah mulai membuahkan hasil yang sebelumnya tidak bisa baca dan menulis bahkan mengenal waktu 24 jam sekarang bisa samuanya.

“Alhamdulillah Wak,,dah berjalan 9 bulan ni Wak, anak murid kawan sudah bise menulis namanya dan membaca, bahkan sebelumnya murid-murid kawan ni ndok (tidak) kenal dengan waktu 24 jam sekarang dah bise kenal semuenye Wak,” ungkap Tomi.

Tomi berharap SBH ini bukan saja hanya di desa Liuk melainkan SBH ini Juga bisa dikembangkan diseluruh kabupaten kepulauan Anambas, agar masyarakat pada saat ini yang masih buta huruf bisa bisa ditingkatkan pendidikannya

“Kawan berharap SBH ini bukan saje di desa kawan ni je Wak, tapi bise dikembang di kabupaten kite ini Wak,” harap Tomi.***(Jun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here