Lingga – Keluhan masyarakat Desa Tanjung Lipat terkait tidak berfungsinya Pondok Bersalin Desa (Polindes) akhirnya mendapat tanggapan dari pihak Puskesmas Rejai.
Kepala Puskesmas Rejai, Amrullah, menjelaskan bahwa kekosongan tenaga kesehatan (nakes) di Polindes tersebut disebabkan keterbatasan sumber daya manusia, khususnya tenaga bidan dan perawat.
Menurutnya, kondisi ini tidak hanya terjadi di Polindes Tanjung Lipat. Di wilayah kerja Puskesmas Rejai, terdapat dua Polindes lain yang juga masih mengandalkan tenaga bidan berstatus Tenaga Sukarela (TKS).
“Kekosongan ini karena keterbatasan SDM kesehatan. Bahkan untuk Puskesmas induk saja saat ini masih kekurangan tenaga,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi kekurangan tenaga semakin terasa sejak adanya kebijakan perumahan tenaga honorer. Saat itu, sebanyak tiga tenaga perawat dan tiga tenaga bidan di Puskesmas Rejai ikut dirumahkan.
Tak hanya itu, dalam proses rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dua tenaga bidan lainnya juga keluar karena lulus dan ditempatkan di daerah lain.
“Dari total delapan tenaga kesehatan yang dirumahkan, hingga saat ini kami baru mendapat tambahan satu orang bidan,” jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, pihak Puskesmas harus memprioritaskan pemenuhan tenaga di fasilitas utama agar pelayanan dasar tetap berjalan.
“Untuk menugaskan tenaga ke Polindes, minimal kebutuhan di Puskesmas induk harus terpenuhi. Saat ini, untuk pelayanan di Puskesmas saja masih belum mencukupi,” tambahnya.
Terkait kebutuhan layanan masyarakat, Amrullah menyarankan warga untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan terdekat, seperti puskesmas pembantu atau langsung ke Puskesmas Rejai, terutama untuk persalinan.
“Kalau untuk melahirkan memang diarahkan di Puskesmas, karena fasilitas dan tenaga lebih memadai,” tutupnya.
Sebelumnya, masyarakat Desa Tanjung Lipat mengeluhkan tidak adanya tenaga kesehatan di Polindes selama bertahun-tahun, sehingga mereka harus menempuh perjalanan ke desa lain untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Kondisi ini menjadi perhatian serius, mengingat keberadaan Polindes sangat penting sebagai layanan kesehatan dasar, khususnya bagi ibu hamil dan masyarakat di wilayah terpencil.(Bk/Iwan)













