Ketersediaan Air Bersih Jadi Perhatian, Camat Siantan Timur Tinjau Infrastruktur Embung Desa Nyamuk

0
12
FOTO : Camat Siantan Timur, Lilik Widodo, melakukan peninjauan langsung ke dua titik embung di Desa Nyamuk, Kecamatan Siantan Timur, guna memastikan ketersediaan dan kualitas layanan air bersih bagi masyarakat, Kamis (05/02/2026).

Bursakota.co.id, Anambas – Camat Siantan Timur, Lilik Widodo, melakukan peninjauan langsung ke dua titik embung di Desa Nyamuk, Kecamatan Siantan Timur, guna memastikan ketersediaan dan kualitas layanan air bersih bagi masyarakat, Kamis (05/02/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan pada embung yang dikelola pemerintah Desa Nyamuk serta embung yang dibangun oleh pemerintah pusat melalui program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (SPAMSIMAS).

Dalam peninjauan tersebut, Lilik Widodo menjelaskan bahwa embung yang dikelola oleh pemerintah desa secara fisik sudah dilengkapi pagar, sehingga dapat meminimalkan risiko masuknya hewan ke area embung.

Selain itu, sistem penyaluran air dari embung ke masyarakat sudah menggunakan sistem gravitasi, sehingga tidak memerlukan biaya tambahan operasional untuk pengaliran air.

“Ini tentu menguntungkan masyarakat, karena biaya pengelolaan bisa ditekan dan pelayanan air tetap berjalan,” ujar Lilik.

Namun demikian, pada kondisi tertentu, terutama saat musim kemarau, air dari embung desa harus ditampung terlebih dahulu di penampungan SPAMSIMAS sebelum disalurkan ke masyarakat.

Meski jaringan antara embung desa dan SPAMSIMAS sudah terkoneksi, penampungan air di SPAMSIMAS tersebut belum dilengkapi dengan sistem pengolahan air.

“Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama agar kualitas air yang dikonsumsi masyarakat benar-benar memenuhi standar,” jelasnya.

Berdasarkan data pengelola, saat ini sekitar 300 kepala keluarga (KK) di Desa Nyamuk tercatat sebagai pelanggan layanan air bersih dengan tarif Rp4.000 per meter kubik.

Jika rata-rata kebutuhan air per KK mencapai 200 liter per hari, maka total kebutuhan air masyarakat Desa Nyamuk mencapai sekitar 60.000 liter atau 60 ton per hari.

Lanjutnya untuk meningkatkan kualitas layanan, pihak kecamatan mendorong pemerintah desa agar sebagian dana iuran air yang masuk ke Pendapatan Asli Desa (PADes) dapat diinvestasikan, tidak hanya untuk pemeliharaan, tetapi juga untuk pembangunan bak penampungan air.

“Air dari embung sebaiknya masuk ke bak penampungan terlebih dahulu untuk diolah, baru kemudian disalurkan ke masyarakat. Dengan begitu, air menjadi lebih jernih dan kualitasnya lebih baik,” kata Lilik.

Selain meningkatkan kualitas air, keberadaan bak penampungan juga dinilai penting untuk menjaga ketersediaan stok air, terutama saat musim kemarau. Tanpa bak penampungan, stok air diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar lima hari. Dengan bak penampungan, stok air diharapkan dapat bertahan hingga sepuluh hari.

Dalam kesempatan yang sama, Camat Siantan Timur Liliki Widodo juga meninjau embung Desa Nyamuk yang dibangun menggunakan dana APBN melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera Wilayah IV Batam dengan nilai anggaran sekitar Rp 24 miliar.

Namun, embung tersebut saat ini belum dimanfaatkan secara optimal akibat adanya kebocoran pada konstruksi.

“Kebocoran ini menyebabkan air tidak tertampung dengan maksimal dan langsung mengalir ke kolam limpasan,” ungkapnya.

Dirinya Menyebutkan, Hasil tinjauan lapangan juga menunjukkan bahwa posisi selang inlet menuju bak penampungan berada di atas permukaan air, sehingga air tidak dapat mengisi bak penampungan dan justru terbuang.

Mengingat embung tersebut masih berada di bawah kewenangan BWS Batam, pihak kecamatan akan melaporkan kondisi tersebut kepada pimpinan daerah.

Selanjutnya, camat akan bersurat kepada Bupati dan menembuskan surat ke Dinas Pekerjaan Umum agar dapat ditindaklanjuti dan dikoordinasikan dengan BWS Batam.

“Kami berharap keluhan masyarakat Desa Nyamu dapat segera ditindaklanjuti, sehingga dilakukan pemeliharaan dan perbaikan. Dengan begitu, embung ini dapat berfungsi optimal untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat,” pungkas Lilik Widodo.(BK/Jun).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini