Lampu “Diskotik” Jembatan Ranai Jadi Sorotan

0
666
Penampakan lampu remang-remang di jambatan Kota Ranai, Kabupaten Natuna (foto istimewa)

Bursakota.co.id, Natuna – Keberadaan lampu aneka warna “diskotik” yang menghiasi jembatan Kota Ranai Kabupaten Natuna, kini menjadi perbincangan hangat masyarakat.

Banyak warga menyayangkan keberadaan lampu bak diskotik tersebut, karena dinilai tidak tepat sasaran dan mengganggu pengguna jalan. Pasalnya, ada lampu-lampu aneka warna itu menyilau pandangan mata pengguna jalan dan bisa menyebabkan kecelakaan.

Adi salah seorang warga Ranai sangat menyayangkan keberadaan lampu aneka warna di Jembatan Ranai yang mengganggu pandangan pengguna jalan. Selayaknya sebuah jembatan lebih tepat dipasang lampu penerangan bukan lampu kelap kelip yang menyilau pandangan mata.

“Ini sangat berbahaya bagi pengguna jalan, terlebih jembatan itu sudah banyak makan korban seharus diterangi, bukan dibikin remang-remang,”ujarnya.

Ia berharap pihak terkait, bisa memperhatikan faktor keselamatan warga dan lampu kelap kelip itu bisa dipindahkan ketempat lain yang lebih tepat sasaran.

Kadishub Natuna, Alazy ketika dikonfirmasi bursakota.co.id menyampaikan tidak tahu ada kegiatan pemasangan lampu kelap kelip di Jembatan Ranai. Ia juga mengatakan keberadaan lampu kelap kelip di Jembatan sangat tidak cocok karena akan mengganggu pandangan pengguna jalan.

“Saya tidak tau kalau ada kegiatan pemasangan lampu di Jembatan Ranai, itu bukan kegiatan kami, secara aturan memang tidak boleh ada lampu kelap kelip di jembatan karena akan mengganngu pandangan pengguna jalan,”ujar Alazy kepada bursakota.co.id, melalui sambungan telephone, Rabu (29/12).

Berdasarkan data yang dikutip bursakota.co.id dari LPSE Natuna, terdapat anggaran belanja pengadaan lampu di jembatan Ranai sebesar Rp 200 juta dengan pelaksana kegiatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang Kabupaten Natuna.

Data leleang pengadaan lampu jembatan Kota Ranai

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Natuna, Marzuki ketika dikonfirmasi membenarkan ada kegiatan pengadaan lampu untuk jembatan Ranai dengan pagu anggaran Rp200 juta. “Iya itu kegiatan di Dinas PUPR,”jawab Marzuki kepada bursakota.co.id, Rabu (29/12).

Sorotan serupa juga disampaikan oleh Ketua Komisi II DPRD Natuna, Marzuki ia berharap keinginan pemerintah daerah untuk memperindah kota Ranai tidak membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Saya menyambut baik niat Pemkab Natuna untuk memperindah jembatan ranai, kalau melihat tata letak lampu hias tersebut dikwatirkan membuat pengemudi tidak fokus sehingga bisa menjadi kerawanan kecelakaan pada pengguna kenderaan,”ujar Marzuki kepada bursakota.co.id melalui pesan WhatApp, Rabu (29/12).

Marzuki menilai ada baiknya pemasangan lampu hias didiskusikan kepada unsur terkait dalam hal Satlantas, apakah tidak akan menciptakan kerawanan sebelum hal-hal yang tidak kita inginkan seperti laka lantas terjadi.

“Kalaupun perlu penerangan tidak usah berbentuk lampu hias akan tetapi lampu yang sipatnya untuk penerangan jalan atau jembatan,”saran Marzuki.***(doni)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here