Lewat Komsos, Babinsa Sertu Yudi Teguh Gali Sejarah Objek Wisata Pantai Tanjung

0
103
Babinsa Sertu Yudi Teguh ketika melakukan Komsos dengan tokoh masyarakat Desa Tanjung Zainal Abidin

Bursakota.co.id, Natuna – Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Tanjung Sertu Yudi Teguh melakukan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama salah seorang tokoh masyarakat Desa Tanjung Zainal Abidin (75) tahun untuk menggali sejarah Pantai Tanjung yang kini merupakan salah satu objek wisata terfavorit di Natuna.

Bercerita santai ini berlangsung di Jalan Dewi Sartika RT 01/RW 01 Dusun I Desa Tanjung Kecamatan Bunguran Timur Laut Kabupaten Natuna, Minggu 20 Febuari 2021.

Menurut Sertu Yudi komsos ini rutin dilakukan oleh para Babinsa untuk menjalin tali silaturah dengan masyarakat, tak jarang lewat komsos Babinsa menggali sejarah tempat objek wisata yang ada di Natuna. Dengan sering melakukan Komsos dapat mengetahui riwayat maupun sejarah objek wisata yang ada di Natuna dalam rangka mendukung suksesenya pelaksanaan kegiatan TMMD ke -110 bidang non fisik Kodim 0318/Natuna Tahun 2021.

Dalam pelaksanaan kegiatan TMMD ke -110 di Natuna, tidak hanya terfocus pada kegiatan fisik saja, namun juga menyentuh kegiatan non fisik seperti mempromosikan tempat objek wisata dan geopark Natuna.

Pantai Tanjung yang berlokasi di Desa Tanjung Kecamatan Bungguran Timur Laut, menurut keterangan Zainal Abidin salah tokoh setempat, bahwa penamaan untuk pantai Tanjung itu sebenarnya tidak ada riwayat yang terkandung di dalamnya hanya kebetulan lokasi Pantai itu masuk di wilayah Desa Tanjung sehingga masyarakat Tanjung menamainya dengan sebutan Pantai Tanjung (pantai milik masyarakat Tanjung).

Sedangkan untuk nama Desa Tanjung itu sendiri menurut penyampaian Zainal Abidin di karenakan Desa Tanjung itu wilayah daratannya menjorok ke laut sehingga di sebutlah dengan nama Tanjung. Tanjung artinya daratan yang menjorok ke laut.

Lanjutnya, pada tahun 2008 terjadilah pemekaran Desa, karena jumlah penduduk yang banyak sehingga memenuhi syarat untuk di lakukan pemekaran. Desa yang mekar itu di beri nama Desa Limau Manis. Dengan adanya Desa Limau manis membuat lokasi Pantai Tanjung wilayahnya sebagian besar masuk ke Desa Limau Manis dan oleh masyarakat Desa Limau Manis di beri nama dengan sebutan Pantai Teluk Selahang sampai sekarang ini.

“Tetapi masyarakat kebanyakan masih mengenal dengan sebutan Pantai Tanjung karena dari dulu orang mengenalnya dengan Pantai Tanjung, sehingga nama tanjung melekat dalam ingatan masyarakat dan untuk nama pantai Teluk Selahang kurang familiar atau tenar di telinga masyarakat,”terang Zainal Abidin.

Pensiunan guru ini juga menambahkan, lokasi Pantai Tanjung sebelum ada pemekaran panjangnya -+ 1500 meter, setelah ada pemekaran tinggal menyisakan -+ 250 meter dari Batas Desa Limau sampai jembatan Tanjung, selebihnya masuk dalam kawasan Pantai Teluk Selahang, walaupun lokasi Pantai Tanjung tinggal sedikit, akan tetapi di area tersebut masih bisa kita jumpai orang-orang yang membuka warung dengan menjual beraneka ragam menu yang di sajikan baik minuman maupun makanan.

“Di pantai Tamjung kita juga bisa menikmati kuliner asli Natuna yaitu Kernas,Tabel Mando, Lempar dan kuliner lainnya seperti goreng pisang, bakwan dan tahu dengan uang Rp 10.000, kita sudah bisa menikmati kelapa segar di tepi pantai, tersedia juga minuman lainnya seperti kopi, teh dan sebagainya sedangkan untuk gorengan di jual dengan harga Rp 1.000 satu bijinya,”ungkapnya.

Zainal Abidin melanjutkan, kepemilikan lokasi Pantai Tanjung di punyai oleh beberapa orang masyakat dan oleh pemilik lokasi lahan tersebut di sewakan bagi masyarakat yang ingin mendirikan warung dan berjualan di lokasi tersebut.

Warung – warung tersebut ramai di kunjungi pada hari libur menjelang sore hari oleh masyarakat kecamatan Bunguran Timur Laut pada khususnya dan masyarakat Natuna pada umumnya, untuk sekedar melepas lelah sambil menikmati pemandangan laut yang bersih dan eksotis serta gugusan Pulau Senua di depannya selain itu juga berdiri tegak Geosite Gunung Ranai sehingga menambah daya tarik pengunjung.

“Ini sedikit sejarah dari Pantai Tanjung semoga dengan adanya informasi ini dapat menambahkan wawasan bagi kita semua dan harapannya kedepan Pariwisata yang ada di Natuna dapat lebih maju dan berkembang sehingga dapat menarik wisatawan dari Mancanegara,”harap Zainal Abidin.

Ditempat terpisah, Dandim 0318/Natuna, Letkol (Arm) Asep Ridwan SH, M.Han, mengatakan, kegiatan Komsos merupakan wujud nyata kepedulian TNI untuk membangun kerukunan dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat, salah satunya dengan melakukan silaturrahmi dan komunikasi sosial. Lewat komsos ini banyak hal yang bisa dilakukan seperti menggali sejarah tempat objek wisata yang ada di Natuna.

“Semoga Komsos yang dilakukan oleh para Babinsa dapat berguna untuk mencari solusi bersama guna memudahkan masyarakat dan Babinsa dalam menghadapi masalah yang ada ditengah masyarakat, sehingga dapat ditangani dengan mudah,” ujar Dandim Asep Ridwan.

Dari Natuna Untuk Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here