LIRA Kepri dan UNIBA Jalin MoU, Garap Pengembangan Industri Halal di Kepri

0
80

Bursakota.co.id, Batam – LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kepri menggandeng kampus Universitas Batam (UNIBA) dalam visi pengembangan industri halal di Provinsi Kepri.

Gubernur LIRA Kepri, Budi Sudarmawan didampingi Wakil Gubernur Lira Kepri, Riki Indrakari menyampaikan jika hal tersebut dilakukan salah satunya dengan menggandeng kalangan akademisi.

LIRA bersama UNIBA menandatangani nota kesepahaman/memorandum of understanding (MoU), Kamis (20/10/2022).

Budi mengatakan hal ini merupakan tahap awal menuju nota kesepakatan yang akan dijalin dalam kerjasama pengembangan industri halal tersebut.

MoU LIRA Kepri dan UNIBA

“Ini memang jadi kajian di pusat. Tapi kita sebagai ormas di daerah berharap juga jangan sampai daerah tidak dilibatkan. Mumpung belum ada kajian tentang rencana strategis daerah terkait hal ini,” ucapnya.

LIRA dikatakan Budi mencoba masuk dalam ranah ini menggandeng UNIBA, agar jika ada kajian nanti, ada keterlibatan unsur masyarakat dalam pengembangan industri halal.

“Ini tahap awal untuk nota kesepakatan dengan kampus ke depan. Apalagi Gubernur Kepri kemaren juga diundang ke Turki menjadi keynote speaker mengenai halal global suply chains. Kepri juga harus mengambil peran di situ,” jelasnya.

LIRA sendiri dikatakannya ingin menjembatani keterlibatan para stakeholder dalam penggerak roda pembangunan di Kepri dalam pengembangan industri halal.

MoU LIRA dan UNIBA

“Stakeholder dimaksud, akademisi, bisnis & industri, komunitas yang mana kita termasuk di dalamnya. Jangan sampai kita sebagai masyarakat hanya jadi penonton, kemudian pangsa pasar dan media, baik itu media surat kabar dan lainnya maupun konten kreator yang bisa digandeng mempromosikan potensi pasar,” ucap Budi.

Pengembangan industri halal dimaksud menurutnya tak hanya dari makanan dan minuman, namun juga farmasi, kosmetik, fahsion hingga pariwisata destinasi halal (moslem friendly traveling).

“Jadi disaat nantinya pemerintah memperkuat jaminan produk halal. Ada standar halal yang diperdagangkan di Kepri,” ucapnya lagi.

Disinggung mengenai MoU dengan kampus UNIBA, Riki mengatakan hal itu juga menjadi bagian dari tridharma perguruan tinggi di kampus terkait.

“Apalagi mereka (Uniba) dengan label kampus merdeka seperti yang disampaikan, menjadikan kampus lebih fleksibel menggandeng masyarakat atau lembaga dalam pengembangan keilmuan,” pungkasnya.

MoU ditandatangani Rektor UNIBA Prof Yuliansyah dan Gubernur LIRA Kepri, Budi Sudarmawan.

Pada Focus Group Discussion (FGD) di UNIBA, Budi memaparkan tiga poin yang akan dicapai LIRA.

Ada tiga point yang ingin kita capai dari FGD di UNIBA 1. Bentuk kepedulian terhadap potensi pengembangan industri halal di Kepri, khususnya di Kota Batam. 2. Harapannya, dari MoU ini terbentuk sinergitas antar lembaga untuk Batam yang industri halalnya berdaulat. 3. LIRA sebagai agregator bersama Dompet Dhuafa Kepri, menghubungkan kampus (dalam hal ini Uniba) dengan pemerintah dan komunitas di akar rumput,” ucapnya.

Perwakilan LIRA yang hadir alam kegiatan itu Budi Sudarmawan (Gubernur LIRA Kepri), Ir. Riky Indrakari (Wagub LIRA Kepri), Herry Dingin Sembiring (Walikota LIRA Batam), Setyasih Priherlina, SE (Dewan Penasehat Lira Kepri), Fredo Kapiyo (Wasek Lira Kepri), Denny Untu (Wasek Lira Kepri), Drs. Hariyono Mulyono (Kepala Sekretariat Lira Kepri), Muslim Al Jerry (Advokasi Lira Kepri), Irnal Syafei (Dewan Pakar Lira Kepri), Muhammad Izzuddin Al Hafizh (Mitra Kerja Lira), Fauzan (Sekretaris Wilayah Lira Kepri).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini