Fery Harian Rute Mawasangka-Talaga-Dongkala Masih Terkendala, Bupati Azhari Siapkan Langkah Diplomasi dengan Pemkot Baubau

0
15
Foto Istimewa

Buton Tengah – Bupati Buton Tengah, Dr. Azhari, terus mendorong perubahan pola layanan penyeberangan KMP Mandidihang agar melayani rute Mawasangka–Talaga–Dongkala pulang-pergi (PP) setiap hari.

Menurut Azhari, perubahan rute tersebut dinilai lebih efektif dalam memberikan kepastian akses transportasi bagi masyarakat, terutama warga yang memiliki aktivitas dan rutinitas harian antarpulau.

Namun, rencana tersebut masih menghadapi kendala. Berdasarkan hasil rapat terakhir di Kendari, Pemerintah Kabupaten Buton Tengah memperoleh informasi bahwa Dinas Perhubungan Kota Baubau masih keberatan apabila layanan rute Baubau–Talaga–Dongkala dihentikan dan dialihkan sepenuhnya ke rute Mawasangka–Talaga–Dongkala.

“KMP Mandidihang kami usulkan melayani rute Mawasangka–Talaga–Dongkala sehingga bisa terlayani setiap hari. Masih ada kendala karena Dishub Baubau masih menolak bila rute Baubau–Talaga–Dongkala dihentikan,” ujar Azhari.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah telah mempelajari efektivitas rute yang selama ini berjalan, yakni Baubau–Talaga–Dongkala–Mawasangka–Baubau, yang hanya beroperasi sekitar dua kali dalam sepekan.

Selain frekuensi yang terbatas, kondisi cuaca juga menjadi persoalan. Saat musim gelombang tinggi, pelayaran pada rute Baubau–Talaga–Dongkala kerap dihentikan dengan alasan keselamatan pelayaran.

“Rute Mawasangka–Talaga–Dongkala PP setiap hari lebih menjamin kepastian rutinitas dan kepastian bagi penduduk yang memiliki rutinitas,” katanya.

Azhari mengakui, perubahan rute tersebut kemungkinan akan menimbulkan keluhan dari pelaku usaha yang selama ini bergantung langsung pada penyeberangan Baubau–Talaga maupun Baubau–Dongkala.

Menurutnya, apabila masyarakat dari wilayah tersebut harus melalui Mawasangka dan kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan kapal feri rute Waara–Baubau, yang memiliki jadwal lebih sering, maka hal itu berpotensi mengurangi keuntungan sebagian pelaku usaha.

“Keluhan pasti ada bagi yang punya usaha langsung yang menggunakan penyeberangan Baubau–Talaga atau Baubau–Dongkala. Mungkin kalau lewat Mawasangka kemudian meneruskan perjalanan melalui feri Waara–Baubau yang setiap jam ada, itu mengurangi keuntungan mereka,” ungkapnya.

Meski demikian, Azhari menilai kepastian jadwal dan rutinitas transportasi laut harus menjadi pertimbangan utama karena menyangkut kepentingan masyarakat secara luas serta mendukung aktivitas pembangunan di daerah.

“Kepastian jadwal dan rutinitas angkutan feri menurut kami lebih penting bagi sebagian besar masyarakat, juga untuk kebutuhan pembangunan,” tegasnya.

Untuk mencari solusi, Pemerintah Kabupaten Buton Tengah berencana membangun komunikasi dengan Pemerintah Kota Baubau. Azhari berharap adanya kesepahaman antarpemerintah daerah sehingga kepentingan masyarakat dapat menjadi prioritas.

“Kita akan berkomunikasi dengan Pak Wali dan Ibu Wali Kota Baubau. Semoga ada jalan,” ujarnya.

Azhari juga menjelaskan bahwa opsi penambahan armada dari Kementerian Perhubungan maupun PT ASDP Indonesia Ferry saat ini bukan perkara mudah. Hal itu berkaitan dengan status KMP Mandidihang sebagai kapal yang mendapatkan subsidi pemerintah.

Menurutnya, kontrak layanan kapal tersebut telah ditandatangani sejak awal tahun. Apabila terjadi perubahan rute melalui adendum kontrak, maka diperlukan persetujuan dari seluruh pihak yang sebelumnya menandatangani kontrak.

“Kalau meminta tambahan armada ke Kemenhub dan ASDP berat dengan kondisi saat ini. Mengapa harus ada persetujuan dari Baubau? Karena feri Mandidihang ini merupakan feri subsidi. Kontrak sudah ditandatangani di awal tahun. Bila diadendum harus ada persetujuan semua yang menandatangani sebelumnya,” jelas Azhari.

Ia menambahkan, apabila perubahan tidak dapat dilakukan melalui adendum, maka pembahasan kembali kemungkinan baru dapat dilakukan pada awal tahun berikutnya.

Di tengah proses tersebut, Bupati Azhari berharap seluruh pihak dapat membuka ruang komunikasi untuk menemukan solusi terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan kepastian layanan transportasi.

“Allah Yang Maha Melihat apa yang ada dalam pikiran semua hamba-hamba-Nya. Semoga diberi jalan yang terbaik,” tutupnya.

Laporan : Haris

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini