
Bursakota.co.id, Buton Tengah – Mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) Program Studi Ahwal Al-Syakhshiyyah/Hukum Keluarga Islam, Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Buton (UMB), sukses menyelenggarakan Seminar Edukasi Pra-Nikah bagi Generasi Muda yang berlangsung di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Lakudo, Rabu (13/05/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Bijak Menikah: Antara Kesiapan Usia, Mental, dan Tanggung Jawab” tersebut merupakan program kerja yang disusun dan dilaksanakan langsung oleh mahasiswa PKL Program Studi Ahwal Al-Syakhshiyyah Fakultas Agama Islam UMB sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui pendekatan edukatif dan keagamaan.
Pelaksanaan seminar turut mendapat dukungan dan kerja sama dari pihak MAN 1 Lakudo serta Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lakudo dalam upaya memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai pentingnya kesiapan sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.
Seminar ini dihadiri oleh Kepala KUA Kecamatan Lakudo, H. Harsit, S.Ag., M.M., selaku narasumber utama, dewan guru MAN 1 Lakudo, siswa-siswi, serta mahasiswa PKL Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Buton.
Dalam sambutannya, panitia pelaksana dari mahasiswa PKL, Habib Khadim Haramain menyampaikan bahwa kegiatan edukasi pra-nikah ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi sosial di tengah masyarakat, khususnya meningkatnya kasus perceraian yang dipengaruhi oleh pernikahan usia dini dan kurangnya kesiapan pasangan dalam membangun rumah tangga.
Dirinya menilai bahwa edukasi mengenai kesiapan menikah perlu diberikan sejak usia remaja agar generasi muda memiliki pemahaman yang baik terkait makna, tujuan, dan tanggung jawab dalam kehidupan pernikahan.
“Kegiatan ini disusun sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai pentingnya kesiapan usia, mental, emosional, spiritual, serta tanggung jawab sebelum memasuki jenjang pernikahan,” ujar pihak panitia pelaksana.
Pada kesempatan tersebut, Kepala KUA Kecamatan Lakudo, H. Harsit, S.Ag., M.M., menyampaikan materi mengenai urgensi kesiapan pernikahan dalam perspektif agama dan kehidupan sosial masyarakat. Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa pernikahan merupakan ikatan sakral yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin.
Menurutnya, berbagai persoalan rumah tangga yang terjadi di tengah masyarakat sering kali dipicu oleh kurangnya pemahaman serta ketidaksiapan pasangan dalam menghadapi dinamika kehidupan keluarga.
“Pernikahan merupakan ibadah yang memiliki tanggung jawab besar. Oleh sebab itu, generasi muda harus mempersiapkan diri secara matang, baik dari aspek mental, emosional, spiritual, maupun ekonomi agar mampu membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah,” ungkapnya dalam penyampaian materi.
Selain menghadirkan narasumber dari KUA Kecamatan Lakudo, mahasiswa PKL Program Studi Ahwal Al-Syakhshiyyah juga turut memberikan materi edukatif mengenai kesiapan mental dan emosional sebelum menikah.
Materi tersebut membahas pentingnya pengendalian emosi, komunikasi yang sehat dalam hubungan, kesiapan menghadapi konflik rumah tangga, serta pentingnya sikap saling menghargai dan memahami pasangan.
Pelaksanaan seminar berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta terlihat antusias mengikuti jalannya kegiatan dengan mengajukan berbagai pertanyaan terkait kehidupan rumah tangga, kesiapan menikah, hingga tantangan keluarga di era modern.
Pihak MAN 1 Lakudo menyambut baik pelaksanaan seminar tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai sarana pembinaan karakter dan penguatan pemahaman keagamaan bagi peserta didik.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa PKL Program Studi Ahwal Al-Syakhshiyyah Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Buton berharap seminar edukasi pra-nikah dapat menjadi media pembelajaran yang bermanfaat bagi generasi muda dalam mempersiapkan diri menuju kehidupan rumah tangga yang harmonis, berkualitas, dan bertanggung jawab.
Kegiatan tersebut juga menjadi wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat melalui program edukasi yang relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini.
Dengan terselenggaranya seminar ini, diharapkan kesadaran masyarakat, khususnya kalangan pelajar, mengenai pentingnya kesiapan sebelum menikah dapat semakin meningkat guna menekan angka perceraian akibat pernikahan dini serta mewujudkan keluarga yang kokoh dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Laporan : La Ode












