
Natuna – Ajang pencarian dan pembinaan atlet pencak silat muda akan segera digelar melalui Natuna Youth Fighter IPSI Cup 2026 yang akan berlangsung pada 1 hingga 3 Mei 2026 di GOR Air Mulung, Kelurahan Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur.
Kegiatan ini diinisiasi oleh pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Natuna sebagai upaya meningkatkan kualitas serta jam terbang atlet pencak silat di daerah.
Ketua panitia, Nuzur, mengatakan bahwa kejuaraan ini digelar untuk memberikan lebih banyak pengalaman bertanding bagi para atlet, mengingat di sejumlah daerah lain di Kepulauan Riau kegiatan serupa rutin dilaksanakan.
“Di Kepri sendiri beberapa daerah lain setiap dua bulan sekali menggelar kejuaraan silat. Kita di Natuna mencoba hal yang sama, sembari mencari dukungan sponsor untuk kegiatan ini,” ujarnya pada jumat (17/04/2026).
Seluruh rangkaian kegiatan akan dipusatkan di GOR Air Mulung dengan sistem pertandingan yang langsung berjalan setelah pembukaan.
Pertandingan akan menggunakan sistem perkelas berdasarkan berat badan peserta, seperti kelas A (39–41 kg) dan kelas B (41–43 kg), sesuai standar pertandingan pencak silat.
Menariknya, panitia tidak membatasi jumlah peserta. Seluruh atlet pelajar dari berbagai perguruan akan ditampung. Saat ini, di Kabupaten Natuna terdapat sekitar tujuh perguruan pencak silat yang siap berpartisipasi.
“Berapa pun peserta yang mendaftar akan kita tampung karena ini memang diperuntukkan bagi pelajar,” jelas Nuzur.
Ia menambahkan, seluruh pelaksanaan kegiatan masih berada dalam lingkup pengurus dan perguruan di bawah IPSI Natuna, dengan sistem pertandingan mengacu pada aturan resmi yang telah ditetapkan oleh Pengurus Besar IPSI tahun 2025.
Di sisi lain, panitia juga membuka peluang bagi pihak luar untuk turut berkontribusi sebagai sponsor kegiatan.
“Saat ini kita masih mencari donatur. Jika ada yang bersedia menjadi sponsor, baik penuh maupun sebagian, maka nama kejuaraan juga bisa disesuaikan,” tambahnya.
Untuk menjamin keamanan peserta, panitia akan berpedoman pada aturan pertandingan yang telah mengatur standar keselamatan. Selain itu, panitia juga akan berkolaborasi dengan pihak puskesmas untuk menyiapkan tenaga medis selama pertandingan berlangsung.
“Kita juga nanti akan menyiapkan tenaga medis di lapangan dan para peserta akan didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Nuzur menegaskan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga, tetapi juga bagian dari warisan budaya bangsa yang telah diakui dunia oleh UNESCO.
“Pencak silat ini budaya kita, sudah diakui dunia. Jadi bukan hanya untuk gagah-gagahan, tapi sebagai jalan meraih prestasi,” katanya.
Ia juga menyebut bahwa Indonesia merupakan salah satu negara terkuat di cabang olahraga pencak silat, baik di tingkat ASEAN maupun internasional.
Melalui kejuaraan ini, para atlet muda di Natuna diharapkan dapat menyalurkan bakat sekaligus mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang yang lebih tinggi dan bergengsi di masa mendatang.
“Harapannya, atlet-atlet kita bisa terus berkembang dan siap bersaing di kejuaraan yang lebih besar,” tutupnya. (Bk/Dika)












