Putri Buton Selatan Optimis Majukan Busel Lewat Ekonomi Berbasis Budaya Lokal

0
26
FOTO : Rizkiani Koordinator Kegiatan Festival Tenun Buton Selatan

Bursakota.co.id, Buton Selatan – Buton Selatan kembali menunjukkan optimisme kuatnya dalam memajukan daerah melalui ekonomi berbasis budaya lokal, khususnya tenun tradisional, yang diwujudkan lewat penyelenggaraan festival tenun di Kecamatan Siompu khususnya Desa Lontoi dengan tema Harmoni Benang dan Budaya, Jum’at (24/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari 22-23, tidak hanya meriah tetapi juga menjadi wadah strategis dalam memperkenalkan kekayaan budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat.

Festival tersebut menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari pameran kain tenun, demonstrasi menenun langsung oleh para pengrajin, Tarian adat dan pencat silat hingga diskusi budaya yang melibatkan berbagai pihak.

Koordinator kegiatan Rizkiani menyampaikan bahwa festival tenun bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga langkah nyata dalam membangun ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal.

“Melalui festival ini, kita ingin menunjukkan bahwa tenun yang ada di Buton Selatan memiliki nilai ekonomi tinggi dan mampu menjadi penggerak utama kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Partisipasi masyarakat terlihat begitu antusias, baik dari kalangan pengrajin, pelaku UMKM, hingga generasi muda yang turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Selain itu, kehadiran perwakilan pemerintah daerah dan akademisi turut memperkuat sinergi dalam pengembangan sektor budaya dan pariwisata.

Kepala Dinas Kebudayaan Amir Sarlito sempat menegaskan bahwa tenun merupakan identitas budaya yang harus terus dilestarikan sekaligus dikembangkan.

Ia juga menambahkan bahwa festival ini diharapkan menjadi agenda rutin yang mampu menarik wisatawan serta membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk lokal.

Senada dengan itu, perwakilan Dinas Pariwisata Irma Yani juga mengungkapkan pihaknya akan membantu pengembangan tenun lokal melalui strategi pemasaran serta fasilitasi pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Dalam momentum ini, tenun tidak hanya diposisikan sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai komoditas unggulan yang memiliki daya saing. Upaya penguatan kualitas produk, inovasi motif, serta pemasaran berbasis digital menjadi fokus dalam pengembangan ke depan.

Dengan terselenggaranya festival tenun ini, Buton Selatan semakin optimis mampu menjadikan budaya lokal sebagai fondasi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat identitas daerah di tingkat nasional maupun internasional.

Laporan : La Ode

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini