Ribuan Warga Natuna Ikuti Gencarkan dan Senam Sehat, OJK Dorong Masyarakat Cerdas Kelola Keuangan

0
17
FOTO : Ribuan masyarakat Kabupaten Natuna memadati Alun-Alun Pantai Piwang, Ranai, Minggu (6/9/2026), untuk mengikuti kegiatan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) yang dirangkaikan dengan senam sehat bersama.

Natuna — Ribuan masyarakat Kabupaten Natuna memadati Alun-Alun Pantai Piwang, Ranai, Minggu (6/9/2026), untuk mengikuti kegiatan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) yang dirangkaikan dengan senam sehat bersama.

Kegiatan yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama PT Pegadaian tersebut mengangkat tema “Membangun Masyarakat Natuna yang Sehat, Cerdas Mengelola Keuangan, dan Semakin Inklusif dalam Mengakses Layanan Keuangan.”

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Natuna Jarmin Sidik, Ketua DPRD Natuna Rusdi, Sekretaris Daerah Natuna Boy Wijanarko, Kepala Kejaksaan Negeri Natuna Dr. Erwin Indrapraja, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Natuna.

Selain menjadi ajang olahraga dan menjaga kebugaran, kegiatan Gencarkan menjadi momentum bagi masyarakat untuk meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan secara sehat dan bertanggung jawab.

Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Batam, Aris Suroso, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pegadaian dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya dalam memanfaatkan layanan keuangan secara bijak.

Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Natuna dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam kegiatan tersebut.

Menurut Aris, Pegadaian Area Batam yang mencakup wilayah Natuna dan Kepulauan Anambas telah memiliki basis nasabah yang cukup besar, yakni sekitar 23 ribu nasabah di kedua wilayah tersebut.

Dalam kesempatan itu, Aris juga mengajak masyarakat Natuna untuk mulai mengelola pendapatan dengan lebih bijak, meskipun jumlah pendapatan yang dimiliki relatif terbatas.

Salah satu layanan yang diperkenalkan Pegadaian adalah Tabungan Emas yang dapat diakses melalui aplikasi digital Pegadaian, yakni Tring.

Ia berharap kemudahan layanan digital tersebut dapat membantu masyarakat dalam merencanakan dan mengelola keuangan secara lebih baik.

Sementara itu, perwakilan OJK Kepri, Roy Aditia Perangin Angin, mengatakan kesehatan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga kesehatan finansial.

“Kita tidak hanya berkumpul untuk berolahraga dan menjaga kesehatan tubuh, tetapi juga bersama-sama meningkatkan kesehatan finansial melalui pemahaman dan pengelolaan keuangan yang lebih baik,” ujarnya.

Roy menyampaikan, berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026 yang dilakukan OJK bersama BPS dan LPS, indeks inklusi keuangan masyarakat dewasa di Provinsi Kepulauan Riau mencapai 98,43 persen.

Sementara indeks literasi keuangan Kepri tercatat 78,29 persen, lebih tinggi dibandingkan angka nasional yang berada di 69,57 persen.

Menurutnya, tingginya tingkat inklusi menunjukkan semakin banyak masyarakat yang telah menggunakan produk dan layanan keuangan. Namun, kondisi tersebut perlu diimbangi dengan pemahaman yang memadai.

“Banyak masyarakat kita yang sudah membuka rekening di bank, melakukan transaksi digital, pembiayaan, berasuransi, berinvestasi, bisa melalui Pegadaian ataupun perbankan, maupun memanfaatkan layanan keuangan lainnya. Namun sepenuhnya belum paham akan manfaat, biaya, risiko, serta hak dan kewajiban dari produk yang digunakan,” jelasnya.

Roy menegaskan, masyarakat yang cerdas secara finansial bukan hanya mampu menggunakan produk keuangan, tetapi juga dapat memilih produk sesuai kebutuhan, memahami manfaat dan risikonya, mengetahui hak serta kewajibannya, dan mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak.

Editor : Papi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini