Rombongan Adabi Malaysia Sambangi Daik Lingga, Disambut Hangat dengan Adat Melayu

0
32
FOTO : Kedatangan rombongan pelancong asal Malaysia yang terdiri dari 21 orang dan dipimpin pimpinan Adabi, Zainudin Bin Salleh, mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Kecamatan Lingga dan Lembaga Adat Melayu (LAM) Kecamatan Lingga.

Lingga — Kedatangan rombongan pelancong asal Malaysia yang terdiri dari 21 orang dan dipimpin pimpinan Adabi, Zainudin Bin Salleh, mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Kecamatan Lingga dan Lembaga Adat Melayu (LAM) Kecamatan Lingga.

Rombongan perusahaan produk makanan dan bumbu instan asal Malaysia itu diterima langsung Camat Lingga, Shefi Hari Nugraha, bersama Ketua LAM Kecamatan Lingga, Dato’ Taufiq, di Balai Adat Kecamatan Lingga, Jumat (4/9/2026).

Kedatangan rombongan disambut melalui prosesi adat Melayu yang sarat dengan nilai-nilai kebersamaan dan penghormatan. Para tamu juga disuguhi hidangan makan berhidang, dengan satu hidangan disantap bersama oleh lima orang.

Tradisi tersebut memiliki filosofi tersendiri, salah satunya menggambarkan tidak adanya perbedaan antara kaya dan miskin, pangkat maupun derajat. Selain itu, makan berhidang juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan kebersamaan.

Dalam sambutannya, Camat Lingga, Shefi Hari Nugraha, menyampaikan apresiasi atas kunjungan rombongan Adabi ke Daik Lingga. Ia berharap kunjungan tersebut bukan menjadi yang pertama sekaligus terakhir.

“Kami sangat berterima kasih atas kedatangan rombongan Adabi ke Daik Lingga. Mudah-mudahan kedatangan ini bukan yang pertama dan terakhir,” ujar Shefi.

Ia bahkan mengaku selama ini keluarganya kerap menggunakan produk bumbu Adabi dalam memasak. Namun, dirinya baru mengetahui secara langsung bahwa produk tersebut berasal dari Malaysia setelah bertemu dengan pimpinan dan karyawan Adabi.

Menurutnya, Daik Lingga memiliki nilai sejarah dan kekayaan wisata yang layak diperkenalkan lebih luas kepada masyarakat Malaysia.

“Daik ini merupakan tempat bersejarah dan banyak objek wisata yang dapat dikunjungi, juga banyak kuliner khas Melayu. Sering-seringlah ke Daik dan sampaikan kepada masyarakat yang ada di Malaysia bahwa Gunung Daik bercabang tiga yang termasyhur dalam bait pantun itu ada di Daik Lingga,” katanya.

Shefi juga mengajak rombongan Adabi untuk kembali berkunjung ke Lingga dengan jumlah wisatawan yang lebih banyak. Ia bahkan membuka peluang adanya kegiatan promosi kuliner yang melibatkan produk Adabi.

“Ke depan kalau boleh kami usulkan dari Adabi membuat semacam perlombaan memasak untuk ibu-ibu menggunakan bumbu Adabi,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua LAM Kecamatan Lingga, Dato’ Taufiq, turut menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan rombongan Adabi. Menurutnya, meskipun kunjungan tersebut berlangsung singkat, para tamu diharapkan dapat mengenal lebih dekat adat, budaya dan tradisi Melayu Lingga.

“Secara sejarah kita sama-sama rumpun Melayu dengan bahasa yang sama. Makanan kita juga tidak jauh berbeda dengan Malaysia. Karena rombongan datang dengan cara beradat, maka kami sambut pula secara adat dan adab,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, pimpinan Adabi, Zainudin Bin Salleh, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan Pemerintah Kecamatan Lingga dan LAM.

Ia mengaku sambutan tersebut di luar perkiraan rombongan. Menurutnya, rencana untuk mengunjungi Daik Lingga sebenarnya telah direncanakan sejak tiga tahun lalu, namun baru dapat terlaksana pada tahun ini.

“Kami mengucapkan ribuan terima kasih atas sambutan dari Bapak Camat. Ini di luar dari perkiraan kami. Sudah tiga tahun yang lalu kami berencana untuk berkunjung ke Daik dan Alhamdulillah hari ini baru dapat kesampaian,” ungkap Zainudin.

Selama berada di Daik, rombongan Adabi mengaku merasakan suasana yang tidak jauh berbeda dengan Malaysia, terutama dari sisi bahasa dan kuliner.

“Kami rasakan semasa di Daik ini tidak jauh berbeda dengan Malaysia, terutama dari bahasa dan makanan. Ini sangat memudahkan kami dan kami seolah-olah merasa berada di kampung sendiri,” katanya.

Zainudin menjelaskan, kunjungan tersebut tidak hanya bertujuan mempererat hubungan silaturahmi, tetapi juga untuk melihat secara langsung Gunung Daik, mengenal sejumlah tempat bersejarah serta melihat perkembangan pemasaran produk bumbu masak kemasan Adabi di Daik Lingga.

Ia mengaku senang setelah menemukan produk Adabi dijual di sejumlah kedai yang mereka kunjungi.

“Alhamdulillah, setelah beberapa kedai yang kami masuki, kami mendapati ada produk Adabi yang dijual. Ini menandakan produk kami telah dikenal dan digemari,” ujarnya.

Zainudin juga memperkenalkan sejumlah produk terbaru Adabi, di antaranya perencah Tom Yam, perencah nasi goreng, perencah masak lemak cili api, tepung goreng serbaguna, paratha, roti canai dan berbagai produk lainnya.

Menariknya, rombongan juga menemukan kesamaan kuliner antara Daik Lingga dan Malaysia. Saat mencicipi berbagai jenis kue di salah satu kedai, mereka menemukan sejumlah makanan yang hampir sama dengan yang biasa dijumpai di Malaysia.

“Kuennya hampir 100 persen sama dengan kue yang ada di Malaysia. Ada jenis kue yang sama, hanya namanya saja yang berbeda,” ungkapnya.

Ia juga mengaku menikmati suasana Daik Lingga yang dinilai tenang dan nyaman.

“Kami merasa seronok berada di Daik karena tempatnya tenang dan nyaman, bebas dari pencemaran udara. InsyaAllah kami akan datang kembali ke Daik Lingga di lain masa,” tuturnya.

Pada akhir kegiatan, Camat Lingga menerima bingkisan cendera mata dari pimpinan Adabi berupa aneka produk makanan dan bumbu instan produksi perusahaan asal Malaysia tersebut.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum mempererat hubungan masyarakat serumpun Melayu sekaligus membuka peluang promosi wisata, budaya dan kuliner Lingga kepada masyarakat Malaysia.(Bk/Iwan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini