Sebulan Mengabdi di Buton Selatan, Mahasiswa KKN STIKES-IST Buton Resmi Dilepas

0
83
FOTO : Kegiatan penutupan mahasiswa KKN STIKES-IST Buton di Kecamatan Sampolawa

Bursakota.co.id, Buton Selatan – Setelah menjalani pengabdian selama kurang lebih satu bulan di Kabupaten Buton Selatan, Kecamatan Sampolawa, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan dan Institut Sains dan Teknologi (STIKES-IST) Buton resmi dilepas untuk kembali melanjutkan aktivitas akademiknya di kampus.

Momen pelepasan tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian pengabdian mahasiswa Program Studi Keperawatan yang selama satu bulan ditempatkan di berbagai desa dan kelurahan di Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan. Sabtu (5/9/2026)

Selama berada di tengah masyarakat, para mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja sebagai bagian dari kewajiban akademik, tetapi juga terlibat langsung dalam kehidupan sosial masyarakat. Mereka berbaur dengan pemerintah desa dan kelurahan, tokoh masyarakat, pemuda, serta warga dalam melaksanakan berbagai kegiatan sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah.

Kegiatan pelepasan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan haru. Para mahasiswa harus meninggalkan wilayah pengabdian setelah selama sebulan membangun hubungan kekeluargaan dengan masyarakat di tempat mereka ditempatkan.

Kehadiran mahasiswa KKN di berbagai wilayah Kecamatan Sampolawa diharapkan tidak hanya memberikan manfaat melalui program-program yang telah dilaksanakan, tetapi juga meninggalkan pengalaman dan nilai positif bagi kedua belah pihak.

Ketua Program Studi Keperawatan
STIKES-IST Buton, Harmanto, S.Kep.,Ns.,M.Kep., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Sampolawa, pemerintah desa dan kelurahan, serta seluruh masyarakat yang telah menerima dan mendampingi mahasiswa selama menjalankan pengabdian.

Menurutnya, KKN merupakan bagian penting dari proses pendidikan mahasiswa karena memberikan kesempatan untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus belajar memahami realitas kehidupan masyarakat.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan Sampolawa, pemerintah desa dan kelurahan, serta seluruh masyarakat yang telah menerima mahasiswa kami dengan baik selama menjalankan KKN,” ujarnya.

Di sisi lain Pembimbing Lahan Lao Ode Hidayat Zain Indrawan, S.Kep., Ns., M.Kes., dirinya mengatakan, pengalaman selama satu bulan berada di tengah masyarakat diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam membangun karakter, kepedulian sosial dan rasa tanggung jawab.

“Jika selama menjalankan KKN ada kekurangan, baik dalam sikap maupun pelaksanaan program, kami memohon maaf. Mudah-mudahan apa yang diperoleh selama berada di masyarakat menjadi pengalaman yang berharga bagi mahasiswa,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Sampolawa La Ode Rahmat R., S.Sos., memberikan apresiasi terhadap seluruh mahasiswa KKN STIKES-IST Buton yang telah melaksanakan pengabdian di berbagai desa dan kelurahan di wilayah Kecamatan Sampolawa.

Menurutnya, keberadaan mahasiswa selama satu bulan telah memberikan warna tersendiri bagi masyarakat, terutama melalui interaksi, kegiatan sosial dan program pengabdian yang dilaksanakan di masing-masing wilayah penempatan.

“Kami dari Pemerintah Kecamatan Sampolawa menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN STIKES-IST Buton yang telah hadir dan mengabdi di wilayah Kecamatan Sampolawa,” kata Camat.

Ia menegaskan bahwa mahasiswa tidak boleh memandang KKN hanya sebagai kewajiban akademik, tetapi sebagai kesempatan untuk belajar langsung dari kehidupan masyarakat.

“Tidak semua pelajaran bisa kita dapatkan di ruang kelas. Masyarakat adalah ruang belajar yang sangat luas. Di sana mahasiswa belajar tentang kebersamaan, gotong royong, kepemimpinan, komunikasi dan bagaimana memahami persoalan masyarakat,” ujarnya.

Camat Sampolawa juga berpesan agar pengalaman selama satu bulan pengabdian tidak berhenti ketika mahasiswa kembali ke kampus.

“Jadikan pengalaman selama berada di Sampolawa sebagai bekal untuk melangkah ke depan. Mahasiswa adalah generasi penerus yang nantinya akan kembali ke tengah masyarakat. Karena itu, apa yang sudah dipelajari harus mampu diterapkan dalam kehidupan,” tuturnya.

Ia berharap kehadiran mahasiswa KKN dapat meninggalkan jejak positif di setiap desa dan kelurahan yang menjadi lokasi pengabdian.

“Pengabdian boleh selesai secara administratif, tetapi nilai dan manfaatnya jangan berhenti. Kami berharap adik-adik mahasiswa meninggalkan jejak positif di tempat masing-masing, sehingga ketika kembali suatu saat nanti, masyarakat masih mengingat bahwa pernah ada mahasiswa STIKES-IST Buton yang datang dan memberikan manfaat,” tegasnya.

Menurutnya, hubungan yang telah terbangun antara mahasiswa dan masyarakat tidak seharusnya berakhir bersamaan dengan berakhirnya masa KKN.

“Perpisahan ini bukan berarti memutus silaturahmi. Kalian sudah menjadi bagian dari keluarga masyarakat Sampolawa. Kami berharap hubungan kekeluargaan dan silaturahmi tetap terjaga meskipun nantinya sudah kembali ke kampus,” pungkasnya.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa KKN menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah menerima mereka selama menjalankan pengabdian.

Sebulan berada di berbagai desa dan kelurahan di Kecamatan Sampolawa menjadi pengalaman tersendiri bagi mahasiswa. Interaksi langsung dengan masyarakat memberikan pelajaran yang tidak selalu ditemukan dalam proses pembelajaran di ruang akademik.

Malam pelepasan pun berlangsung dalam suasana penuh haru. Kesan dan pesan disampaikan oleh mahasiswa maupun pemerintah setempat sebagai bentuk refleksi atas perjalanan pengabdian yang telah dilalui.

Bagi mahasiswa, Kecamatan Sampolawa bukan sekadar tempat menjalankan program KKN. Wilayah ini menjadi ruang belajar untuk memahami kehidupan masyarakat secara langsung, membangun komunikasi, mengasah kepedulian sosial serta menguji kemampuan untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.

Berakhirnya masa KKN menjadi awal bagi mahasiswa untuk kembali melanjutkan perjalanan akademik. Namun, pengalaman satu bulan mengabdi di Buton Selatan diharapkan tetap melekat dan menjadi bagian dari proses pembentukan karakter mereka sebagai generasi yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

Laporan : Aan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini