Tangis Ibu Pecah di Tengah Konferensi Pers Polres Pematangsiantar, Minta Kejelasan Kasus Kematian Anaknya di Taman Bunga

0
7
FOTO : Seorang ibu paruh baya tiba-tiba muncul di tengah keramaian wartawan dan jajaran kepolisian.

Pematangsiantar — Suasana konferensi pers pengungkapan kasus kriminal di Polres Pematangsiantar, Selasa, 9 Juni 2026, mendadak berubah haru ketika seorang ibu paruh baya tiba-tiba muncul di tengah keramaian wartawan dan jajaran kepolisian.

Dengan wajah letih dan suara bergetar, perempuan bermarga Siallagan itu mengaku datang untuk mencari kepastian atas kematian anaknya yang diduga menjadi korban pengeroyokan di kawasan Lapangan Merdeka atau Taman Bunga, Kota Pematangsiantar.

Di hadapan awak media, ibu tersebut mengaku sudah berulang kali mendatangi pihak kepolisian, namun merasa belum memperoleh penjelasan yang utuh terkait perkembangan kasus yang menewaskan anaknya.

“Saya datang lagi ke sini karena sampai sekarang belum ada kejelasan. Minggu lalu saya juga sudah diminta datang,” ucapnya lirih.

Perempuan itu mengaku baru tiba dari Medan sebelum akhirnya mendatangi Mapolres Pematangsiantar. Saat melihat adanya kegiatan rilis pers, ia langsung memberanikan diri masuk dan menyampaikan keluhannya kepada aparat kepolisian.

Kehadirannya sontak menyita perhatian sejumlah wartawan dan personel kepolisian yang berada di lokasi.

Mendengar langsung keluhan tersebut, Kapolres Sah Udur T.M. Sitinjak segera memerintahkan anggotanya untuk membawa ibu tersebut ke ruangan penyidik agar mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai perkembangan perkara.

Dalam keterangannya, Kapolres membenarkan bahwa pihaknya sedang menangani kasus dugaan penganiayaan yang terjadi di kawasan Taman Bunga.

Menurutnya, dari hasil penyelidikan sementara, terdapat enam orang yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. Dua orang telah diamankan dan ditahan, sementara satu lainnya masih menjalani perawatan medis.

Korban diketahui sehari-hari bekerja sebagai pembuat tato di sekitar lokasi kejadian. Dugaan sementara, keributan dipicu persoalan biaya jasa yang kemudian berkembang menjadi aksi kekerasan.

“Penyidik masih melakukan pendalaman, termasuk pemeriksaan saksi dan pengumpulan alat bukti,” ujar Kapolres.

Meski proses hukum disebut masih berjalan, kedatangan ibu korban di tengah rilis pers tersebut memperlihatkan besarnya harapan keluarga agar kasus itu segera menemukan titik terang.

Di tengah hiruk-pikuk pengungkapan berbagai kasus kriminal lainnya, suara seorang ibu yang mencari keadilan bagi anaknya menjadi perhatian tersendiri dalam kegiatan tersebut.

Laporan : Andrew Panjaitan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini