TeFa APHPi SMKN 1 Bunguran Barat Produksi Fillet Ikan untuk Program Makan Bergizi di SPPG Sedanau

0
71
Para siswa SMKN 1 Bunguran Barat memotong ikan untuk dijadikan fillet

Natuna — Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan daerah, Teaching Factory (TeFa) Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHPi) SMK Negeri 1 Bunguran Barat menjalin kerja sama dengan Satuan Pendidikan Pelaksana Gizi (SPPG) Bunguran Barat di Sedanau.

Kerja sama ini berfokus pada penyediaan fillet ikan yang diolah langsung oleh siswa SMKN 1 Bunguran Barat untuk mendukung program Makan Bergizi (MBG) di lingkungan SPPG.

Melalui kegiatan ini, sekolah tidak hanya memberikan pengalaman nyata bagi siswa dalam pengolahan hasil perikanan, tetapi juga turut berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan pangan bergizi di masyarakat.

Setiap minggunya, TeFa APHPi mengolah sekitar 200 kilogram ikan segar, yang terdiri dari jenis ikan tongkol dan tuna kecil. Bahan baku tersebut disuplai oleh SPPG Natuna Sedanau dan dibeli langsung dari nelayan lokal.

Langkah ini menjadi bentuk nyata dukungan terhadap perekonomian masyarakat pesisir, sekaligus menjaga ketersediaan bahan pangan berbasis hasil laut.

“Ikan segar yang diperoleh langsung dari nelayan disimpan dalam stored es agar kualitasnya tetap terjaga. Dengan demikian, fillet yang dihasilkan memiliki mutu baik dan aman dikonsumsi,” jelas Kepala SMKN 1 Bunguran Barat, Kasyifal Ghammi Thaib, Kamis (5/2/2026).

Para siswa tampak terampil memotong ikan untuk dijadikan fillet

Produk fillet tersebut kemudian menjadi menu utama dua kali dalam seminggu di program MBG yang dijalankan SPPG Natuna Sedanau Bunguran Barat.

Lebih lanjut, Kasyifal menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi contoh nyata penerapan konsep Teaching Factory yang sesungguhnya.

“Melalui TeFa ini, siswa kami belajar langsung memproduksi olahan ikan yang dibutuhkan masyarakat. Selain memberi nilai edukatif, kegiatan ini juga berdampak sosial dan ekonomi karena melibatkan nelayan lokal sebagai pemasok bahan baku,” ujarnya.

“Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut, agar SMK benar-benar menjadi pusat pembelajaran berbasis produksi dan sekaligus mendukung program ketahanan pangan daerah,” tambahnya.

Selain menghasilkan produk fillet berkualitas, program ini juga menerapkan pengelolaan limbah yang ramah lingkungan.

Limbah hasil pemotongan dan pembersihan ikan tidak dibuang percuma, tetapi diolah dan dimanfaatkan sebagai pakan untuk ikan kerapu yang dibudidayakan di keramba milik APHPi SMKN 1 Bunguran Barat.

Upaya tersebut menjadi bentuk penerapan prinsip zero waste dalam kegiatan pengolahan hasil perikanan, sekaligus memperkaya pengalaman praktik siswa dalam mengelola sumber daya laut secara berkelanjutan.

Dengan adanya kerja sama ini, SMKN 1 Bunguran Barat tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem ekonomi, lingkungan, dan ketahanan pangan di wilayah Bunguran Barat. (Bk/Dika)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini