Teri Melimpah, BBM Sulit Didapat: Keluhan Nelayan Bagan Apung Buteng Dibawa ke DPRD

0
16
Keterangan foto: Rahim, Ketua LSM GARUDA Buteng

Buton Tengah — Potensi ikan teri di Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, dinilai cukup besar. Namun, di tengah melimpahnya hasil tangkapan tersebut, nelayan bagan apung masih menghadapi sejumlah kendala, salah satunya kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) untuk kebutuhan melaut.

Persoalan tersebut kini mendapat perhatian dari LSM-Garuda. Lembaga ini menyoroti kondisi nelayan bagan apung yang selama ini menjadi salah satu kelompok nelayan yang berkontribusi dalam produksi ikan teri di wilayah pesisir Buton Tengah, khususnya di Kecamatan Mawasangka dan sekitarnya.

Direktur LSM-Garuda, Rahim, mengatakan persoalan BBM menjadi salah satu keluhan yang disampaikan nelayan. Menurutnya, kebutuhan BBM seperti solar maupun pertalite sangat penting untuk menunjang aktivitas nelayan bagan apung.

Selain persoalan BBM, LSM-Garuda juga menyoroti dugaan aktivitas penangkapan ikan secara ilegal yang dinilai dapat mengganggu aktivitas serta hasil tangkapan nelayan lokal.

Atas persoalan tersebut, LSM-Garuda telah menyampaikan surat kepada DPRD Kabupaten Buton Tengah. Surat tersebut kemudian mendapat respons melalui surat nomor 500.10.2.3/95/2026 yang berisi undangan kepada LSM-Garuda untuk mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Buton Tengah pada Senin mendatang.

Rahim mengatakan, RDP tersebut akan menjadi kesempatan untuk menyampaikan secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi nelayan bagan apung, terutama terkait akses BBM.

“Kami akan menyampaikan kondisi nelayan bagan apung, khususnya terkait kebutuhan BBM. Potensi ikan teri di Buteng cukup besar, sehingga perlu ada perhatian serius terhadap nelayan yang selama ini menggantungkan hidup dari sektor tersebut,” ujarnya.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Buton Tengah dapat mempertimbangkan program atau kebijakan khusus yang dapat membantu nelayan bagan apung, sehingga potensi perikanan yang ada dapat memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat pesisir.

Menurutnya, kelancaran aktivitas nelayan bukan hanya berkaitan dengan hasil tangkapan, tetapi juga dengan keberlangsungan ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor perikanan.

Laporan : Haris 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini