Tolak Cantrang, Aliansi Nelayan Natuna Kirim Pesan ke DPRD Natuna Selamatkan Wilayah Tangkap Nelayan Tradisional

0
671
Aksi damai tolak Cantrang Alian Nelayan Natuna beberapa waktu lalu di Kantor DPRD Natuna

Bursakota.co.id, Natuna – Melalui akun Facebooknya Henry Fishery menulis kalimat panjang yang berisi penolakan terhadap beroperasinya kapal cantrang yang mengeruk ikan dilaut Natuna, hingga mengancam wilayah tangkapan nelayan tradisional.

Dalam cuitanya, Hendry meminta kepada wakil rakyat Natuna untuk peduli terhadap nasib nelayan tradisional karena masifnya kapal Cantrang yang beroperasi di wilayah tangkap hingga 5 mil dari bibir pantai.

“Seharusnya sebagai anggota dewan bapak-bapak harus menangkap keresahan nelayan Natuna terhadap terbitnya Permen-KP no.59/2020 yang melegalkan alat tangkap Cantrang beserta alat-alat tangkap yang merusak lainnnya, dimana wilayah yang akan disasar dan dihancurkan sebagai fishing ground dari alat-alat tersebut adalah WPP 711 laut Natuna Utara,”tulis Henry.

Ia juga meminta agar DPRD Natuna memperhatikan, bahwa saat ini kapal-kapal besar berbobot 100 GT, telah beroperasi secara besar-besaran menyapu apa saja yang ada di didasar laut hingga ke wilayah tangkap nelayan tradisional.

“Coba bapak-bapak yang terhormat bayangkan bahwa kapal-kapal ikan berskala besar (100 GT) yang berjumlah puluhan bahkan sampai ratusan akan menyapu apa saja yang terdapat di dasar perairan pada wilayah 12 mil laut Natuna, bahkan mereka akan mencuri-curi beroperasi sampai pada wilayah 4 dan 5 mil dari pantai. Akan dimana dan seperti apa nasib nelayan tradisional kita yang hanya punya sampan dan pompong kapasitas 2 – 5 GT berkompetisi/bersaing dengan kapal-kapal besar dalam satu areal perairan yang sama,”terangnya.

“Coba bapak-bapak yang terhormat bayangkan akan kehancuran sumberdaya ikan (over fishing) laut Natuna diluluh lantakan oleh alat-alat tangkap tersebut, sebagaimana dulu #Bagan Siapi-api sebagai penghasil ikan terbesar kedua di dunia setelah Norwegia hancur luluh lantak oleh tangkap trawl dari Tanjung Balai Asahan. akan bertanggung jawablah mereka setelah itu…tidak, mereka akan pergi dan mencari wilayah Fishing ground baru yang lebih produktif, hanya tinggal sisa kehancuran sumberdaya ikan yang diwarisi kepada nelayan Natuna dan anak cucu mereka,”ujarnya.

Kami sudah capek berteriak dan melakukan aksi…nanti jika kami bergerak dikatakan aksi kami ditunggangi, ini kepentingan si anu yang bapak-bapak sangkakan kepada kami. Seharusnya Bapak-bapak yang terhormat sebagai wakil kami/masyarakat bisa memperjuangkan keresahan kami ini, karena ini sesuai kapasitas dan menjadi kewajiban bapak-bapak tanpa tanpa harus perlu kami mengadu atau melakukan aksi terlebih dahulu.

Lupakan dulu kepentingan politik yang membelah kita selama ini karena pilkada sudah selesai. Sekarang marilah kita bersatu untuk membela nasib para nelayan dan anak cucu mereka kelak dari penghancuran sumberdaya laut Natuna oleh para kapitalis cukong-cukong cantrang. Mari tunjukan kepedulian dan keberanian tuan-tuan sebagai wakil kami nelayan dan masyarakat Natuna.

Ttd
Aliansi Nelayan Natuna
Ranai, 21 Desember 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here