Tiga Pelajar Hilang di Gunung Samak Anambas Ditemukan Selamat, Basarnas Natuna Bagikan Pelajaran Penting Operasi SAR

0
65
FOTO : Tim SAR saat melakukan penyelamatan tiga pelajar yang dilaporkan hilang di kawasan hutan Gunung Samak, Kabupaten Kepulauan Anambas

Anambas – Tiga pelajar SMP Negeri yang sempat dilaporkan belum kembali ke rumah usai pergi memancing dan berkemah di kawasan hutan Gunung Samak, Kabupaten Kepulauan Anambas, akhirnya ditemukan selamat oleh Tim SAR Gabungan pada Jumat (15/5/2026) dini hari.

Ketiga pelajar berinisial MS, D, dan O sebelumnya berpamitan kepada keluarga untuk pergi memancing sekitar pukul 06.00 WIB. Mereka diketahui memasuki kawasan hutan Gunung Samak pukul 07.00 WIB dan tiba di sebuah pondok sekitar Pantai Teluk Rambut pukul 09.00 WIB.

Namun karena keterbatasan jaringan komunikasi di lokasi, mereka tidak dapat mengabarkan kepada keluarga bahwa akan bermalam di kawasan tersebut. Kondisi itu membuat pihak keluarga khawatir hingga akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Kantor SAR Natuna pada pukul 21.55 WIB.

Mendapat laporan itu, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Pos SAR Anambas, BPBD, Polres, Koramil, Pramuka Peduli, Tagana, dan masyarakat setempat langsung bergerak melakukan pencarian.

Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, S.E., menjelaskan bahwa medan hutan yang terjal serta kondisi malam hari membuat tim memutuskan menggunakan jalur laut dengan bantuan pompong nelayan untuk mempercepat proses pencarian.

“Berdasarkan informasi awal dari warga yang mengenali aktivitas para pelajar memang berada di sekitar Teluk Rambut, tim bisa langsung fokus ke titik itu. Tanpa informasi tersebut, pencarian di kawasan hutan seluas itu tentu akan memakan waktu lebih lama,” ujarnya.

Sekitar pukul 01.30 WIB, ketiga pelajar berhasil ditemukan dalam kondisi sehat di pondok sekitar Teluk Rambut dan kemudian dipulangkan kepada keluarga pada pukul 02.31 WIB.

Dari operasi SAR tersebut, Basarnas Natuna menyoroti tiga pelajaran penting bagi masyarakat.

Pertama, informasi dari masyarakat sangat membantu mempercepat arah pencarian korban. Keterlibatan nelayan dan warga lokal dinilai menjadi faktor penting dalam keberhasilan operasi SAR.

Kedua, pentingnya strategi alternatif saat medan pencarian tidak memungkinkan dilalui jalur darat. Dalam kasus ini, jalur laut dipilih agar proses evakuasi lebih efektif dan efisien.

Ketiga, pentingnya keterbukaan informasi kepada keluarga sebelum melakukan aktivitas di alam terbuka agar tidak menimbulkan kepanikan.

“Ini menjadi pengingat bagi adik-adik kita agar selalu terbuka dalam menyampaikan lokasi tujuan, waktu pergi dan pulang, serta siapa saja yang ikut dalam kegiatan di alam terbuka. Tujuannya agar keluarga tidak khawatir berlebihan,” tegas Abdul Rahman.

Ia juga mengingatkan bahwa wilayah kerja Basarnas Natuna memiliki tantangan geografis cukup besar karena mencakup ratusan pulau kecil dengan kondisi medan, cuaca, dan keterbatasan sinyal komunikasi.

Karena itu, masyarakat diimbau selalu memberitahu keluarga sebelum bepergian ke alam terbuka, menghindari aktivitas tanpa pendamping berpengalaman, serta segera menghubungi layanan darurat 115 apabila terjadi kondisi yang membahayakan keselamatan manusia.

Editor : Papi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini