SKK Migas Sumbagut Bahas Pengembangan Migas Kepri Bersama Gubernur Ansar

0
33

“Perusahaan Migas di Natuna Siap Tambah Eksplorasi, Tunggu Persetujuan Kontrak”

Bursakota.co.id, Tanjungpinang – Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Utara, Yanin Kholison, memastikan hubungan antara pemerintah daerah di Kepulauan Riau dan industri migas selama ini berjalan sangat baik.

Hal tersebut disampaikan Yanin saat melakukan pertemuan bersama Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, di Gedung Dekranasda Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (13/5/2026).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari agenda silaturahmi sekaligus kunjungan kerja SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Utara bersama sejumlah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

Turut hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan dari Prima Energy Northwest Natuna, Star Energy, Harbour Energy, Pertamina East Natuna, Medco E&P Natuna, serta West Natuna Exploration.

“Terima kasih atas kesempatan mengunjungi dan didampingi melihat perkembangan ibu kota Provinsi Kepri. Selama melaksanakan kunjungan kerja, ini menjadi salah satu agenda dengan durasi yang cukup panjang. Ini membuktikan hubungan antara industri migas dengan pemerintah daerah benar-benar terjalin baik,” ujar Yanin.

Ia menjelaskan, kunjungan tersebut merupakan agenda rutin SKK Migas Perwakilan Sumbagut dalam membangun komunikasi sekaligus menyampaikan perkembangan industri migas di daerah.

Dalam kesempatan itu, sejumlah KKKS juga berharap dukungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terhadap percepatan persetujuan perpanjangan kontrak kerja sama di Kementerian ESDM.

Sementara itu, perwakilan Medco E&P Natuna, Kemal Abduh Rahman Massi, menyampaikan bahwa pada tahun 2026 pihaknya berkomitmen melakukan pengeboran sumur eksploitasi guna mempertahankan tingkat produksi migas yang ada.

“Kami masih menunggu approval perpanjangan kontrak, sehingga dukungan semua pihak sangat kami harapkan,” katanya.

Di sisi lain, Medianestrian dari Harbour Energy menjelaskan bahwa perusahaan asal Inggris tersebut telah memproduksi migas di Natuna Blok A sejak 1980-an dan berkomitmen melakukan tiga sumur eksplorasi pada 2026.

“Kami juga menunggu perpanjangan kontrak blok yang berlaku hingga 2029. Mohon dukungan dan doa agar terdapat tambahan cadangan minyak dan gas yang bisa meningkatkan produksi ke depan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Vera Novita Rahma dari Star Energy yang menyebutkan pihaknya menargetkan produksi sekitar 1.000 barel per hari meski masih menghadapi sejumlah kendala teknis.

Selain fokus pada produksi, Star Energy juga terus menjalankan program pembinaan masyarakat di Anambas serta kegiatan sosial berupa pengobatan massal rutin setiap tahun.

Editor : Papi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini