Ketua APMI Sumsel Ikuti Pelatihan Pemuda Antikorupsi KPK RI, Dorong Integritas Generasi Muda

0
15
FOTO : Ketua Asosiasi Planters Muda Indonesia Wilayah Sumatera Selatan (APMI Sumsel), Benny, C.PS mengikuti Pelatihan Pemuda Antikorupsi yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI

Medan – Ketua Asosiasi Planters Muda Indonesia Wilayah Sumatera Selatan (APMI Sumsel), Benny, C.PS mengikuti Pelatihan Pemuda Antikorupsi yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI melalui Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat (Permas), di Balai Pengembangan Kompetensi PU Wilayah I, Kota Medan, pada 6–7 Mei 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya KPK RI dalam memperkuat integritas dan membangun karakter antikorupsi di kalangan generasi muda dari berbagai latar belakang profesi dan organisasi.

Benny hadir sebagai salah satu peserta terpilih yang mewakili organisasi kepemudaan berbasis profesi perkebunan di wilayah Sumatera Selatan. Pelatihan ini diikuti puluhan peserta hasil seleksi dari berbagai kalangan, mulai dari aktivis hukum, akademisi, mahasiswa hingga organisasi kepemudaan.

Selama dua hari pelatihan, para peserta mendapatkan berbagai materi terkait penguatan integritas, pencegahan korupsi, hingga pembangunan kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan tata kelola yang bersih dan transparan.

Direktur Permas KPK RI, Johnson R. Ginting, dalam materinya menekankan pentingnya wawasan kebangsaan dan peran generasi muda sebagai benteng utama pencegahan korupsi di Indonesia.

Sementara itu, Anggi Fitria Mamonto dari KPK RI menjelaskan pentingnya penguatan sistem pencegahan korupsi yang berjalan beriringan dengan kualitas penindakan.

Materi lainnya turut disampaikan Yeni Rambe terkait strategi kolaborasi antar elemen bangsa dalam menutup celah korupsi, serta Gading Simangunsong yang membagikan inspirasi gerakan menjaga desa dari praktik korupsi melalui aksi nyata masyarakat.

Salah satu sesi yang mendapat perhatian peserta disampaikan oleh Guru Besar Universitas Sumatera Utara, Prof. Ningrum Natasya Sirait, yang menegaskan bahwa langkah paling mendasar dalam pemberantasan korupsi dimulai dari komitmen diri sendiri untuk tidak melakukan korupsi.

Benny mengatakan pengalaman mengikuti pelatihan tersebut sangat relevan dengan dunia perkebunan, khususnya bagi generasi muda yang nantinya akan terlibat langsung dalam pengelolaan anggaran dan tata kelola perusahaan.

“Kegiatan ini sangat relevan bagi kami yang aktif di sektor perkebunan. Pengalaman dan materi yang diperoleh tentu sangat penting untuk dibagikan kepada generasi muda yang akan memulai karier di dunia perkebunan, terutama dalam membangun good corporate governance,” ujarnya.

Pada hari kedua, pelatihan difokuskan pada pembangunan kerja tim (team building), penguatan kolaborasi, serta studi kasus terkait persoalan korupsi di lingkungan sekitar peserta guna merumuskan solusi yang efektif dan aplikatif.

Diketahui, Asosiasi Planters Muda Indonesia (APMI) merupakan organisasi yang menghimpun profesional muda di sektor perkebunan dengan visi membangun perkebunan Indonesia yang inovatif, inklusif, terstruktur, dan berintegritas tinggi melalui semangat AKSI (Aktif, Kolaboratif, Sistematis, dan Inisiatif).

Editor : Papi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini