Peringatan Harkitnas ke-118, Ikhtiar Bengkalis Memagari Generasi Muda di Era Transformasi Digital

0
9
FOTO : Upacara Peringatan ke-188 Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang ditaja oleh Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Bengkalis.

Bengkalis – Di bawah langit pagi yang bersih dan pancaran sinar matahari yang cukup cerah, halaman Kantor Bupati Bengkalis menjadi saksi bisu sebuah refleksi besar bangsa. Rabu, 20 Mei 2026, ratusan aparatur sipil negara dan tamu undangan berdiri tegap, meresapi setiap detik Upacara Peringatan ke-188 Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang ditaja oleh Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Bengkalis.

​Namun, ada yang berbeda dari gema kebangkitan tahun ini. Di era di mana batas negara tak lagi sekadar patok wilayah, melainkan derasnya arus informasi, Bengkalis ikut menyuarakan sebuah pesan penting yaitu menjaga masa depan anak cucu di dunia digital.

​Upacara berlangsung dengan sangat khidmat dan tertata rapi. Wakil Bupati Bengkalis, H. Bagus Santoso, bertindak sebagai Inspektur Upacara dengan didampingi Muhammad Rofi Saputra sebagai ajudan. Di tengah lapangan, Kepala Bidang Data dan Statistik Diskominfotik Bengkalis, Azmar, selaku Komandan Upacara, memimpin barisan dengan suara lantang yang membelah keheningan pagi.

​Di balik layar kesuksesan upacara, ada kerja keras jajaran Diskominfotik yang bertugas sebagai perwira dan pelaksana upacara. Mulai dari Sekretaris Diskominfotik Adi Sutrisno sebagai Perwira Upacara, Ayu Erlina yang membacakan UUD 1945 dengan penuh penghayatan, Haliyun Naim yang memandu jalannya acara, hingga Afriansyah yang memimpin doa, memohon keberkahan untuk tanah berjuluk Negeri Junjungan ini.

​Saat menyampaikan sambutan tertulis Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Viada Hafid, Wakil Bupati H. Bagus Santoso menekankan bahwa makna kebangkitan nasional harus terus bergeser mengikuti tantangan zaman.

​”Memasuki tahun 2026 ini, tantangan bangsa telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital,” ujar Bagus Santoso menyuarakan pesan Menteri Komdigi.

​Tahun ini, tema yang diusung adalah “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Sebuah tema yang terasa sangat membumi dan menyentuh sisi humanis penataan generasi muda. Negara menegaskan komitmennya untuk melindungi anak-anak dari sisi gelap dunia siber.

​Nyata dan bukan sekadar slogan, per 28 Maret 2026 lalu, pemerintah telah resmi menunda akses anak di bawah usia 16 tahun ke media sosial dan platform digital berisiko tinggi melalui pemberlakuan penuh PP Nomor 17 Tahun 2025 (PP Tunas). Kebijakan berani ini diambil demi memastikan tunas-tunas bangsa tumbuh di lingkungan digital yang sehat, beretika, dan aman.

​Pesan Harkitnas 2026 juga membawa angin segar tentang kemandirian bangsa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto melalui “Asta Cita”. Kebangkitan hari ini diwujudkan lewat program-program yang menyentuh langsung dapur dan urat nadi masyarakat bawah.

​Beberapa poin strategis nasional yang kini dampaknya mulai dirasakan masyarakat luas antara lain sektor gizi dan pendidikan lahirnya program Makan Bergizi Gratis yang berjalan masif di sekolah-sekolah, pemerataan akses lewat Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah afirmasi, hingga beasiswa guna memutus ketimpangan kualitas SDM.

​Sektor Kesehatan kehadiran layanan Cek Kesehatan Gratis secara masif untuk perlindungan medis yang adil. Kemudian sektor ekonomi desa penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai motor ekonomi baru di tingkat dasar.

​Mengakhiri sambutan tersebut, Wakil Bupati Bengkalis mengajak seluruh elemen masyarakat mulai dari akademisi, praktisi, hingga generasi muda di Kabupaten Bengkalis untuk tidak membiarkan momentum ini lewat begitu saja. Api semangat “Boedi Oetomo” yang menyala sejak 1908 harus tetap berkobar dalam rupa solidaritas sosial dan peningkatan literasi digital.

​Matahari makin meninggi di halaman Kantor Bupati Bengkalis, menandai berakhirnya upacara. Namun, pesan yang ditinggalkan begitu mendalam bahwa kebangkitan sejati hari ini adalah tentang bagaimana kita bergotong royong menjaga anak-anak kita dari riak negatif digitalisasi, sekaligus melangkah mandiri demi kedaulatan bangsa.

Editor : Papi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini