Lingga – Kepala Desa Pena’ah, Mariana, menanggapi robohnya jembatan di Dusun Ponggok yang terjadi pada Senin (18/05/2026) lalu.
Menurut Mariana, kondisi jembatan tersebut memang sudah lama usang dan lapuk karena masih menggunakan konstruksi kayu biasa. Pemerintah desa, kata dia, telah berulang kali mengusulkan pembangunan jembatan baru kepada pemerintah daerah, namun hingga kini belum dapat direalisasikan akibat keterbatasan dan efisiensi anggaran.
“Beberapa tahun terakhir justru jembatan ini yang sering kami usulkan melalui musrenbang kecamatan dan kabupaten. Tapi sampai hari ini entah belum ditanggapi atau memang terkendala dana,” ujar Mariana melalui pesan singkat WhatsApp, Rabu (20/05/2026).
Ia menjelaskan, persoalan jembatan tersebut juga pernah disampaikan dalam pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2025. Namun saat itu pemerintah daerah menyampaikan bahwa kondisi efisiensi anggaran menjadi kendala utama realisasi pembangunan.
Sementara itu, alokasi Dana Desa tahun ini untuk pembangunan fisik dinilai sangat terbatas dan tidak mencukupi untuk membangun jembatan permanen yang diperkirakan membutuhkan anggaran hingga ratusan juta rupiah.
Meski demikian, Mariana mengapresiasi kekompakan masyarakat Dusun 3 yang bergerak cepat melakukan perbaikan sementara secara gotong royong bersama RT, RW, kepala dusun, dan warga setempat.
“Alhamdulillah hari ini dengan kekompakan warga Dusun 3, RT, RW, Kadus dan masyarakat, jembatan tersebut sudah mulai diperbaiki secara gotong royong. Pihak Dishub Lingga juga turun langsung ke lokasi membantu semampunya untuk saat ini,” katanya.
Pemerintah Desa Pena’ah bersama masyarakat berharap pembangunan jembatan Ponggok dapat direalisasikan pada tahun depan agar masyarakat memiliki akses yang lebih aman dan layak.
“Saat ini hanya bisa kita perbaiki secara gotong royong supaya nantinya bisa digunakan kembali oleh masyarakat,” tutup Mariana.(Bk/Iwan)













