
Natuna – Para pedagang ikan di Pasar Baru Ranai meminta Pemerintah Kabupaten Natuna segera melakukan pembenahan menyeluruh terhadap fasilitas pasar yang dinilai sudah tidak lagi memadai.
Perbaikan tersebut dinilai mendesak, mulai dari penataan meja berjualan, penyediaan instalasi air bersih, hingga sistem pengelolaan limbah ikan.
Ketua Persatuan Pedagang Pasar Ikan, Aprizal, mengatakan kondisi pasar saat ini membutuhkan perhatian serius agar aktivitas jual beli dapat berjalan lebih nyaman, aman, dan higienis.
Menurutnya, salah satu persoalan utama di Pasar Baru Ranai adalah belum optimalnya penyediaan fasilitas air untuk menunjang aktivitas pedagang. Instalasi air tawar yang tersedia dinilai belum tertata dengan baik.
Pasokan air yang bersumber dari sumur dan PDAM juga belum terdistribusi secara optimal sehingga kerap menyulitkan pedagang saat membersihkan ikan dan peralatan dagang. Sementara itu, hingga saat ini pasar belum memiliki instalasi air asin yang dibutuhkan untuk menunjang aktivitas perdagangan hasil perikanan.
Selain itu, jumlah meja berjualan yang dapat dimanfaatkan juga menjadi perhatian. Dari total 48 meja yang tersedia di dalam pasar, saat ini hanya sekitar 26 meja yang digunakan untuk berjualan.
Sementara meja lainnya berada di bagian belakang pasar sehingga tidak diminati pedagang karena pembeli umumnya lebih dahulu berbelanja di lapak yang berada di bagian depan. Kondisi tersebut menyebabkan meja-meja di bagian belakang tidak berfungsi secara optimal.
“Walaupun yang tersedia hanya 26 meja, kami tetap bertanggung jawab terhadap seluruh 48 meja yang ada. Karena itu kami berharap pemerintah dapat segera melakukan penataan kembali,” ujar Aprizal di Pasar Baru Ranai, Selasa (30/6/2026).
Ia menambahkan, meja-meja yang ada saat ini juga dinilai sudah tidak layak. Selain kondisinya yang mulai rusak, ukuran dan tinggi meja kurang sesuai untuk aktivitas jual beli ikan. Sistem sirkulasi air pada meja juga dinilai kurang baik sehingga memengaruhi kebersihan dan kenyamanan pasar.
Aprizal menilai, kondisi tersebut tidak terlepas dari desain awal bangunan pasar yang memang bukan diperuntukkan sebagai pasar ikan di darat. Menurutnya, fasilitas yang tersedia sejak awal belum menyesuaikan kebutuhan aktivitas perdagangan hasil perikanan yang memerlukan sistem drainase, saluran air, serta pengelolaan limbah yang memadai.
“Kalau kami lihat, pasar yang sekarang ini memang tidak didesain sebagai pasar ikan di darat. Karena itu banyak fasilitas yang tidak sesuai dengan kebutuhan pedagang ikan. Kami berharap pemerintah dapat melakukan penataan kembali agar pasar ini benar-benar layak sebagai pasar ikan, baik dari sisi meja, saluran air, maupun fasilitas pendukung lainnya,” katanya.
Para pedagang berharap dilakukan pembongkaran dan penataan ulang meja agar lebih ergonomis, memiliki saluran air yang baik, serta memenuhi standar kebersihan pasar.
Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah pengelolaan limbah. Menurut Aprizal, saat ini limbah sisa ikan masih dibuang langsung ke laut karena belum tersedianya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang berfungsi secara optimal. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat berdampak terhadap kebersihan lingkungan dan kualitas perairan di sekitar pasar.
Seorang pedagang, Sarman, berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki fasilitas pasar demi meningkatkan kenyamanan pedagang maupun masyarakat yang berbelanja.
“Kami hanya ingin pasar ini menjadi lebih baik. Fasilitas yang memadai tentu akan membuat pedagang lebih nyaman bekerja dan masyarakat juga lebih nyaman berbelanja,” katanya.
Para pedagang berharap pemerintah daerah dapat segera merealisasikan pembenahan Pasar Ikan Ranai sebagai salah satu pusat perekonomian masyarakat pesisir di Natuna.
Perbaikan infrastruktur, penataan fasilitas, serta pengelolaan limbah yang baik dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar pasar menjadi lebih bersih, sehat, dan representatif. (Bk/Dika)












