
Natuna – UPTD RSUD Natuna menggelar Forum Komunikasi Publik (FKP) Tahun 2026 di Aula Pertemuan Lantai 2 RSUD Natuna, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan ini menjadi wadah dialog antara manajemen rumah sakit dengan berbagai unsur masyarakat guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Forum tersebut dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, perwakilan kelurahan, Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, serta insan pers.
Direktur RSUD Natuna, dr. Ari Fajarudi, mengatakan Forum Komunikasi Publik merupakan bagian dari upaya rumah sakit membuka ruang komunikasi dan menerima masukan dari masyarakat sebagai pengguna layanan kesehatan.
Menurutnya, pelayanan kesehatan tidak dapat dinilai hanya dari sudut pandang penyedia layanan, tetapi juga harus mempertimbangkan pengalaman dan penilaian masyarakat.
“Hal ini kami anggap penting. Mengingat ini adalah pelayanan publik bagi pasien, standar baik menurut kami belum tentu sudah dianggap baik oleh masyarakat,” ujar dr. Ari.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga memaparkan sejumlah peningkatan fasilitas dan pelayanan yang telah dilakukan RSUD Natuna. Namun, menurutnya, berbagai pembenahan tersebut harus tetap diiringi dengan evaluasi dan masukan dari berbagai pihak.
“Saya sangat berharap masukan konstruktif dari semua pihak demi kemajuan pelayanan kami, agar kami bisa menangani pasien dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Selain menjadi forum diskusi, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pengukuhan sumpah kewenangan mengakses rekam medis bagi tenaga kerja nonmedis. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen rumah sakit dalam menjaga kerahasiaan data dan informasi medis pasien.
“Sumpah kewenangan ini penting kami lakukan kepada tenaga kerja nonmedis untuk menjaga kerahasiaan rekam medis pasien. Kalau untuk tenaga medis, hal ini memang sudah diikrarkan sejak awal,” jelas dr. Ari.
Pada kesempatan yang sama, RSUD Natuna juga menandatangani perjanjian kerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Natuna terkait penyediaan layanan bimbingan kerohanian bagi pasien. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan pendampingan spiritual sebagai bagian dari pelayanan kesehatan yang lebih menyeluruh.
Usai rangkaian pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi dialog terbuka. Dalam forum tersebut, para tokoh masyarakat, pemangku kepentingan, dan peserta yang hadir menyampaikan berbagai aspirasi, saran, serta kritik kepada manajemen RSUD Natuna sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit ke depan.
Editor : Papi












