Jembatan Mahligai Disulap Jadi Jembatan Merah Putih, Polri dan Warga Natuna Perkuat Semangat Gotong Royong

0
9
FOTO : Satuan Kepolisian Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Natuna bersama Bhabinkamtibmas Polsek Bunguran Timur, Pemerintah Desa Sungai Ulu, serta masyarakat melakukan revitalisasi Jembatan Mahligai di Desa Sungai Ulu, Kecamatan Bunguran Timur, Rabu (12/8/2026).

Natuna — Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diwujudkan melalui aksi gotong royong masyarakat di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.

Satuan Kepolisian Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Natuna bersama Bhabinkamtibmas Polsek Bunguran Timur, Pemerintah Desa Sungai Ulu, serta masyarakat melakukan revitalisasi Jembatan Mahligai di Desa Sungai Ulu, Kecamatan Bunguran Timur, Rabu (12/8/2026).

Jembatan yang sebelumnya minim perawatan tersebut kini ditata dan dipercantik dengan nuansa Merah Putih. Revitalisasi ini sekaligus menjadi upaya menghidupkan kembali fasilitas umum agar lebih bersih, nyaman, dan layak dimanfaatkan masyarakat.

Kepala Desa Sungai Ulu, Supriyanto, mengatakan Jembatan Mahligai telah lama berdiri, namun dalam beberapa waktu terakhir belum mendapatkan perawatan secara optimal.

“Jembatan Mahligai ini sudah lama dibangun, namun tidak ada lagi perawatan. Karena itu, kami bersama Satpolairud, Bhabinkamtibmas, dan warga sekitar bergotong royong membersihkan sekaligus mengubahnya menjadi Jembatan Merah Putih,” ujarnya.

Menurut Supriyanto, kegiatan tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memastikan akses penghubung antardusun tetap dapat digunakan dengan baik.

Selain membersihkan badan dan bahu jalan, masyarakat bersama aparat turut memastikan kondisi jembatan tetap aman dan berfungsi sebagaimana mestinya.

“Kalau sudah terlihat cantik seperti ini, orang yang melintas pun pasti akan berhenti sejenak untuk melihat dan berfoto,” katanya.

Sinergi Polri dan Masyarakat

Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Effendie, S.H., S.I.K., M.M., M.Tr.Opsla., mengatakan revitalisasi tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap fasilitas publik sekaligus upaya mendorong kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan dan infrastruktur yang ada.

“Kegiatan ini untuk mendukung program prioritas Asta Cita dan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat konektivitas antardesa, melancarkan distribusi ekonomi, serta membuka akses pelosok nusantara,” ujar Novyan.

Ia menegaskan, fasilitas umum yang terawat tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi cerminan kepedulian bersama terhadap lingkungan.

“Yang paling utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan fasilitas infrastruktur umum,” tegasnya.

Jembatan Merah Putih tersebut menghubungkan akses jalan dari Dusun Lemang menuju Dusun Mahligai, Desa Sungai Ulu. Keberadaannya menjadi salah satu akses yang menunjang mobilitas masyarakat setempat.

Kapolres berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga kebersihan dan kondisi jembatan sehingga fasilitas tersebut dapat terus dimanfaatkan dengan aman dan nyaman.

Bupati Apresiasi Semangat Gotong Royong

Bupati Natuna Cen Sui Lan turut menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif Polri bersama pemerintah desa dan masyarakat dalam merevitalisasi Jembatan Mahligai.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan perubahan terhadap kondisi fisik fasilitas umum, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan masyarakat.

“Pada prinsipnya, kami sangat mengapresiasi niat baik yang selama ini terjalin. Ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian terhadap masyarakat masih sangat kuat,” kata Cen Sui Lan.

Revitalisasi Jembatan Mahligai menjadi Jembatan Merah Putih diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Lebih dari itu, jembatan tersebut diharapkan menjadi simbol semangat gotong royong sekaligus pengingat bahwa menjaga fasilitas umum merupakan tanggung jawab bersama.

Bagi masyarakat Desa Sungai Ulu, jembatan bukan sekadar sarana penghubung, tetapi juga bagian penting dari aktivitas sehari-hari. Dengan kondisi yang lebih bersih dan terawat, akses tersebut diharapkan dapat mendukung mobilitas serta kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan.

Editor : Papi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini