
Bursakota.co.id, Buton Selatan — Suasana belajar di TK Negeri 1 Laompo, Kabupaten Buton Selatan, Sabtu (19/9/2026), berlangsung penuh keceriaan.
Binar mata penasaran dan gelak tawa anak-anak mewarnai kegiatan pembiasaan membaca nyaring atau read aloud yang digelar Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Lokus Buton Selatan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program literasi nasional yang diinisiasi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) untuk menumbuhkan budaya literasi masyarakat sejak usia dini.
Di Buton Selatan, program itu diimplementasikan Relima melalui kegiatan literasi langsung di lingkungan pendidikan. TK Negeri 1 Laompo menjadi salah satu sasaran kegiatan untuk memperkenalkan aktivitas membaca kepada anak-anak dengan pendekatan yang menyenangkan.
Dengan gaya bercerita yang interaktif, ekspresif, serta dipadukan dengan berbagai gestur ceria, para relawan berhasil menarik perhatian siswa. Buku tidak sekadar dibacakan, tetapi dihidupkan melalui cerita dan interaksi sehingga anak-anak dapat menikmati pengalaman membaca tanpa merasa terbebani.
Konsep read aloud tersebut sekaligus menjadi upaya memperkenalkan dunia buku sebagai sesuatu yang menyenangkan dan penuh petualangan bagi anak usia dini.
Langkah konkret Relima dalam menjalankan program literasi itu mendapat apresiasi dari Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Buton Selatan, Nini, yang juga aktif sebagai penggerak PKK Buton Selatan.
Nini mengapresiasi dedikasi para relawan yang berkolaborasi dalam menjalankan program Perpusnas RI di wilayah Buton Selatan. Menurutnya, kegiatan literasi tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga menyasar perpustakaan desa dan taman bacaan masyarakat (TBM).
Ia menilai penguatan budaya literasi perlu dilakukan sejak masa golden age, ketika anak berada pada fase penting dalam perkembangan kemampuan berpikir dan belajar.
“Kegiatan seperti ini sangat luar biasa. Menumbuhkan minat baca anak-anak tidak bisa hanya mengandalkan peran sekolah, tetapi butuh implementasi nyata dari berbagai pihak. Saya sangat mendukung penuh aksi membaca nyaring ini agar terus berlanjut dan mampu meningkatkan literasi di Buton Selatan,” ujar Nini.
Relima berharap kegiatan pembiasaan read aloud tidak berhenti di lingkungan sekolah, tetapi dapat menginspirasi tenaga pendidik dan orang tua untuk menerapkan kebiasaan membaca nyaring bersama anak di rumah.
Sinergi antara Perpusnas RI, relawan literasi masyarakat, sekolah, Bunda PAUD, PKK, serta dinas terkait diharapkan semakin memperkuat ekosistem literasi di Buton Selatan.
Melalui kebiasaan sederhana seperti membaca bersama, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang gemar membaca, kreatif, memiliki rasa ingin tahu tinggi, serta berkarakter.
Laporan : Aan












