96 Ribu Liter MinyaKita Tiba di Natuna, Cen Sui Lan Pastikan Stok Aman dan Harga Dikawal

0
24
FOTO : Bupati Natuna Cen Sui Lan saat meninjau langsung kedatangan pasokan MinyaKita di Pelabuhan Selat Lampa, Kabupaten Natuna, Rabu (23/9/2026).

Bursakota.co.id, Natuna — Persoalan distribusi MinyaKita ke Kabupaten Natuna mulai menemukan solusi. Pemerintah daerah kini mendapat kepastian pasokan minyak goreng bersubsidi dapat dikirim langsung ke Natuna, sehingga tidak lagi melalui pola distribusi yang sebelumnya membuat pemerintah kabupaten harus menanggung biaya pengangkutan dari Tanjungpinang.

Kepastian itu disampaikan Bupati Natuna Cen Sui Lan saat meninjau langsung kedatangan pasokan MinyaKita di Pelabuhan Selat Lampa, Kabupaten Natuna, Rabu (23/9/2026). Dalam peninjauan tersebut, Cen didampingi Wakil Bupati Natuna Jarmin Sidik.

Sebanyak 96.252 liter MinyaKita tiba di Natuna menggunakan lima kontainer. Pasokan tersebut merupakan produk Dinar Mas dengan kemasan satu liter dan dua liter.

Cen menjelaskan, sebelumnya dukungan pemerintah dalam distribusi MinyaKita hanya diberikan hingga Tanjungpinang. Setelah tiba di Tanjungpinang, pemerintah daerah masih harus menanggung biaya pengangkutan untuk membawa pasokan menuju Natuna.

“Pemerintah hanya menanggung sampai Tanjungpinang. Kemudian dari Tanjungpinang, kalau pemerintah kabupaten mau memasukkan ke Natuna harus mengeluarkan biaya,” kata Cen.

Persoalan biaya angkut tersebut kemudian disampaikan Pemkab Natuna kepada pemerintah pusat. Setelah melalui proses pembahasan, pemerintah daerah akhirnya memperoleh solusi agar pasokan MinyaKita dapat dikirim langsung ke Natuna.

“Dari situlah kita mulai proses. Akhirnya dapat angin segar, sudah boleh, dan akhirnya sudah dikirim ke kita. Kondisinya sekarang kita sudah tidak mendapatkan kendala untuk penjualan harga sesuai HET,” ujarnya.

Perubahan pola distribusi tersebut menjadi penting bagi Natuna sebagai wilayah kepulauan. Biaya logistik dan pengangkutan selama ini menjadi salah satu faktor yang memengaruhi distribusi kebutuhan pokok hingga ke daerah.

Dengan pengiriman langsung, pemerintah daerah memiliki ruang lebih besar untuk menjaga ketersediaan MinyaKita sekaligus mengawal agar harga jual di tingkat masyarakat tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Cen memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan minyak goreng bersubsidi tersebut. Menurutnya, stok MinyaKita yang saat ini tersedia masih dalam kondisi aman dan pasokan berikutnya dijadwalkan kembali tiba pada bulan depan.

“Jangan khawatir. Pemerintah daerah akan selalu hadir untuk menyelesaikan masalah ketahanan pangan. Kita tidak mau hajat hidup orang banyak ini menjadi terkendala,” tegas Cen.

Foto Bersama

Ia juga meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi mengenai harga MinyaKita yang disebut mencapai Rp23 ribu hingga Rp24 ribu.

“Jangan bikin hoaks di Natuna ini,” tegasnya.

Pemkab Natuna, kata Cen, akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan pasokan minyak goreng tetap tersedia dan harga di tingkat masyarakat tidak keluar dari ketentuan yang berlaku.

Apresiasi untuk Pelni

Dalam kesempatan tersebut, Cen juga menyampaikan apresiasi kepada PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) yang telah membantu mengangkut pasokan MinyaKita hingga ke Natuna.

Menurutnya, pemerintah daerah juga menerima sejumlah masukan dari pihak Pelni, terutama berkaitan dengan aspek keselamatan dan kenyamanan penumpang yang menggunakan transportasi laut.

“Terima kasih kepada pihak Pelni yang sudah mengantarkan sampai ke sini. Kami juga mendengar keluhan dari Pelni terkait keselamatan penumpang yang akan melakukan perjalanan. Itu akan kita perbaiki sesuai dengan anggaran,” pungkasnya.

Masuknya pasokan MinyaKita secara langsung ke Natuna diharapkan dapat memperpendek rantai distribusi sekaligus membantu pemerintah daerah menjaga ketersediaan dan keterjangkauan minyak goreng bagi masyarakat di wilayah kepulauan tersebut.

Editor : Papi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini