Arena Gasing Natuna Akan Dibangun 2027, Komunitas Berharap Turnamen Diperluas

0
3
FOTO : Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Natuna, Hikmatul Arif saat menyerahkan piala kepada pemenang lomba gasing HUT Natuna ke-27

Bursakota.co.id, Natuna – Tim Kecamatan Bunguran Timur A berhasil meraih juara pertama lomba gasing dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Natuna.

Di balik kemeriahan pertandingan permainan tradisional Melayu tersebut, muncul harapan agar pemerintah daerah memperbaiki arena gasing sekaligus membuka kesempatan bagi lebih banyak tim untuk berkompetisi pada tahun mendatang.

Perlombaan yang berlangsung di Lapangan Tugu Gasing, Kelurahan Bandarsyah, itu resmi ditutup pada Kamis (22/10/2026).

Tim Bunguran Selatan B menempati posisi juara kedua, disusul Bunguran Timur Laut A di peringkat ketiga dan Bunguran Utara C sebagai juara keempat.

Ketua Panitia, Herman, mengatakan perlombaan telah berlangsung sejak 10 Oktober 2026 dan berjalan aman serta lancar selama rangkaian kegiatan.

Menurutnya, pertandingan tahun ini menghadirkan dinamika tersendiri, termasuk hasil imbang 1-1 yang terbilang jarang terjadi dalam kompetisi gasing.

Panitia sebelumnya mengundang 20 tim dari delapan kecamatan di Natuna. Namun, hanya 18 tim yang dapat mengikuti pertandingan karena dua tim berhalangan hadir.

Herman menyebutkan, sejumlah peserta mengusulkan agar turnamen tahun depan dibuka lebih luas. Pasalnya, komunitas gasing di Natuna diperkirakan mencapai 45 hingga 50 tim.

Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Natuna, Hikmatul Arif menyerahkan penghargaan kepada pemenang lomba

“Untuk tahun depan kita berharap open turnamen dilaksanakan secara besar-besaran, semua tim diundang tanpa dibatasi,” ujarnya.

Bagi masyarakat Natuna, lomba gasing bukan sekadar pertandingan untuk memperebutkan gelar juara. Permainan tradisional ini juga menjadi ruang silaturahmi sekaligus sarana menjaga warisan budaya Melayu agar tetap dikenal dan dimainkan oleh generasi muda.

Namun, semangat melestarikan tradisi tersebut juga perlu ditopang fasilitas yang memadai. Herman menyoroti kondisi panggung dan arena gasing yang dinilai membutuhkan perhatian pemerintah daerah agar lebih layak digunakan untuk pertandingan berikutnya.

Menanggapi usulan tersebut, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Natuna, Hikmatul Arif, mengatakan permainan gasing berada dalam lingkup pembinaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).

Ia berharap penyelenggaraan tahun depan dapat melibatkan seluruh tim gasing di Natuna sehingga turnamen menjadi lebih besar dan menjangkau komunitas yang lebih luas.

Foto Bersama

Terkait perbaikan arena, Hikmatul menyampaikan bahwa perencanaan pembangunan telah dilaksanakan pada tahun ini. Tahap berikutnya adalah merealisasikan pembangunan fisik yang direncanakan pada 2027.

“Terkait dengan arena gasing memang direncanakan ini akan dibangun. Tahun ini perencanaan sudah terlaksana, tinggal pembangunan fisik. Insyaallah tahun depan kita bangun fisiknya, termasuk tempat ibadah. Semoga nanti bisa terbangun melalui Dispora,” katanya.

Hikmatul menegaskan, permainan gasing merupakan permainan rakyat yang perlu terus dilestarikan melalui berbagai turnamen, baik di tingkat kabupaten, kecamatan maupun desa.

Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, kegiatan tersebut juga mempererat hubungan antarmasyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi lokal.

Ia menilai permainan gasing di Natuna memiliki keunikan tersendiri dibandingkan daerah lain. Karena itu, turnamen diharapkan dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengenal, mempelajari, dan meneruskan permainan tradisional tersebut.

Hikmatul juga berpesan kepada tim yang belum meraih prestasi agar tidak berkecil hati dan tetap bersemangat untuk kembali berpartisipasi pada pertandingan berikutnya.

Penutupan lomba gasing tahun ini pun menyisakan harapan lebih besar: bukan hanya turnamen yang semakin meriah, tetapi juga fasilitas yang lebih layak dan kesempatan berkompetisi yang terbuka bagi seluruh komunitas gasing di Natuna.

Dengan rencana pembangunan fisik arena pada 2027 dan usulan melibatkan lebih banyak peserta, permainan tradisional ini diharapkan terus hidup sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Natuna.(Bk/Advetorial)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini