Buton Tengah, Bursakota.co.id,– Bupati Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, Azhari, mengajak pelaku ekonomi kreatif berkolaborasi mengembangkan potensi ekonomi biru, mulai dari lobster, ikan teri, kepiting rajungan hingga wisata goa dan bahari.
Ajakan tersebut disampaikan Azhari dalam forum Leaders Talks pada agenda Indonesia Creative Connect 2026 yang diselenggarakan Indonesia Creative Cities Network (ICCN) di Gedung Pesona Film Indonesia, Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Minggu (25/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi pemerintah daerah dan pelaku ekonomi kreatif untuk mengembangkan potensi unggulan daerah. Acara itu turut dihadiri Menteri Ekonomi Kreatif, Wakil Menteri Kebudayaan, sembilan kepala daerah, serta sejumlah pejabat negara.
Azhari mengatakan, Buton Tengah memiliki potensi kelautan yang besar karena kondisi geografisnya yang memiliki banyak teluk dan berhadapan dengan Laut Flores serta Laut Banda.
Menurutnya, potensi tersebut dapat menjadi alternatif penggerak ekonomi daerah selain sektor pertambangan, dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.
“Kami di Sulawesi Tenggara bukan hanya berpotensi untuk tambang nikel dan tambang lainnya, tetapi juga bisa menawarkan ekonomi biru yang apabila dikelola dengan baik, nilainya bisa lebih besar daripada tambang,” ujar Azhari.
Ia menjelaskan, potensi perikanan Buton Tengah meliputi lobster, kepiting rajungan, dan ikan teri. Pada 2025, menurut data yang disampaikannya, sekitar 240 ton benih lobster berhasil dijual.
Namun, pengembangan budidaya lobster masih menghadapi kendala permodalan, terutama untuk pengadaan benih dan pembangunan keramba.
Selain itu, hasil tangkapan rajungan disebut mencapai rata-rata 1,5 ton per hari, sedangkan ikan teri dapat mencapai tiga ton per hari pada musim tertentu.
Azhari menilai, potensi tersebut perlu dikembangkan melalui industri pengolahan agar menghasilkan produk bernilai tambah dan menjangkau pasar yang lebih luas.
“Seharusnya kita bisa bekerja sama dengan ekonomi kreatif untuk mengembangkan pengolahan hasil laut, termasuk pengalengan dan produk olahan kepiting, sehingga bisa dijual lebih jauh lagi,” katanya.
Selain sektor perikanan, Azhari turut menawarkan potensi wisata Buton Tengah yang dikenal sebagai Negeri Seribu Goa. Kawasan goa, pantai, teluk, dan wisata menyelam dinilai berpeluang dikembangkan melalui kolaborasi dengan pelaku ekonomi kreatif.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat.
“Potensi pariwisata kami meliputi pantai, teluk, diving di laut maupun di goa. Kuliner lokal juga bisa disiapkan untuk memberikan pengalaman bagi wisatawan,” ujarnya.
Azhari berharap kolaborasi pemerintah daerah dan pelaku ekonomi kreatif mampu mengoptimalkan potensi kelautan serta pariwisata Buton Tengah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Laporan : Haris













