
Siak – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) sekaligus Pengabdian Masyarakat dari Institut Syariah Negeri Junjungan (ISNJ) Bengkalis menggelar sosialisasi dan edukasi pencegahan pernikahan anak di SMP Negeri 2 Sabak Auh, Jalan Sultan Syarif Qasim, Desa Sabak Permai, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak, Kamis (6/8/2026).
Mengusung tema “Cegah Pernikahan Dini, Selamatkan Generasi”, kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai berbagai risiko pernikahan di usia anak serta pentingnya menyelesaikan pendidikan sebagai bekal meraih masa depan.
Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah itu mendapat sambutan dari jajaran majelis guru dan para siswa SMPN 2 Sabak Auh.
Dalam pemaparan materi, mahasiswa ISNJ Bengkalis menjelaskan sejumlah dampak yang dapat ditimbulkan dari pernikahan pada usia anak, mulai dari aspek kesehatan, psikologis, pendidikan hingga kondisi sosial dan ekonomi.
Dari sisi kesehatan, kehamilan pada usia remaja memiliki sejumlah risiko karena kondisi fisik dan organ reproduksi yang belum sepenuhnya matang. Selain itu, pernikahan pada usia terlalu muda juga dinilai dapat meningkatkan kerentanan terhadap berbagai persoalan kesehatan ibu dan anak.
Pada aspek mental dan psikologis, mahasiswa menjelaskan bahwa kehidupan rumah tangga membutuhkan kematangan emosional dan kemampuan menghadapi berbagai persoalan. Ketidaksiapan pada usia remaja berpotensi menimbulkan konflik dalam rumah tangga.
Sementara dari sisi pendidikan dan ekonomi, pernikahan anak berisiko menyebabkan peserta didik berhenti sekolah sehingga dapat memengaruhi kesempatan mereka memperoleh pendidikan lebih tinggi dan peluang ekonomi pada masa mendatang.
Bangun Kesadaran Sejak Bangku Sekolah
Sekretaris KKM ISNJ Bengkalis, Andria Amanda, yang turut menyampaikan materi, mengatakan usia SMP merupakan masa transisi penting dalam perkembangan seorang anak.
Menurutnya, edukasi mengenai pentingnya pendidikan, perencanaan masa depan, pembentukan karakter serta pemahaman mengenai ketentuan hukum terkait perkawinan perlu diberikan sejak dini.
“Anak-anak generasi muda adalah aset bangsa. Tugas kita bersama adalah memastikan mereka berfokus mengejar pendidikan dan menggapai cita-cita, bukan terburu-buru mengambil keputusan yang dapat merenggut masa depan mereka,” ujarnya.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan edukasi interaktif dan sesi tanya jawab. Para siswa diajak membangun pola pikir positif, bijak dalam menggunakan media sosial, serta fokus mengembangkan potensi dan prestasi di sekolah.
Pihak SMPN 2 Sabak Auh menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKM ISNJ Bengkalis dalam memberikan edukasi kepada peserta didik.
Kegiatan kemudian ditutup dengan komitmen bersama mahasiswa, guru dan peserta didik untuk ikut mendorong upaya pencegahan pernikahan anak, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Bagian dari Program Kerja KKM
Sosialisasi tersebut merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKM ISNJ Bengkalis selama melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Sabak Permai.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan dukungan seluruh anggota kelompok KKM yang terdiri dari Baher Zulfayat selaku ketua, Wara Septea Resaldy sebagai bendahara, Andria Amanda sebagai sekretaris, Nur Annisa Ananda Putri sebagai Sekretaris I, Nursusyanti sebagai humas, Adelia Sakila pada divisi PDD, serta Mutiara Pertiwi dan Risky Ananda Y pada divisi acara.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berharap edukasi mengenai pencegahan pernikahan anak dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan sekolah, keluarga, masyarakat dan berbagai pihak terkait.
Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk lebih memahami pentingnya pendidikan, mempersiapkan masa depan dan mengambil keputusan secara bijak demi terciptanya generasi yang berkualitas.
Editor : Papi












