
Siak – Mahasiswa Institut Syariah Negeri Junjungan (ISNJ) Bengkalis melalui program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) menggelar sosialisasi edukatif di Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an, Desa Sabak Permai, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak, Sabtu (8/8/2026).
Mengusung tema “Generasi Muda Bebas Judi, Narkoba, Kecanduan Gadget, dan Bebas Perundungan (Bullying)”, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran para santri dan santriwati terhadap berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dan mendapat antusiasme dari para santri. Materi yang diberikan tidak hanya menyoroti bahaya perilaku negatif, tetapi juga mendorong peserta untuk membangun karakter, menjaga kesehatan mental, serta menggunakan teknologi secara bijak.
Ketua KKM ISNJ Bengkalis Desa Sabak Permai, Baher Zulfayat, bersama Sekretaris KKM, Andria Amanda, menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut. Keduanya didampingi anggota KKM lainnya, yakni Adelia Sakila, Wara Septea Resaldy, Nursusyanti, Nur Annisa Ananda Putri, Mutiara Pertiwi dan Riski Ananda.
Empat Tantangan Generasi Muda
Dalam pemaparannya, mahasiswa mengangkat empat persoalan yang dinilai penting mendapatkan perhatian dari generasi muda.
Pertama, bahaya judi online. Para santri diberikan pemahaman mengenai dampak perjudian berbasis digital yang tidak hanya berpotensi menimbulkan kerugian finansial, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis dan mengganggu masa depan seseorang.
Kedua, pencegahan penyalahgunaan narkoba. Mahasiswa menjelaskan bahwa penyalahgunaan zat terlarang dapat memberikan dampak serius terhadap kesehatan fisik dan mental serta menghambat pendidikan dan cita-cita generasi muda.
Ketiga, pengendalian penggunaan gadget. Para santri diajak memahami pentingnya menggunakan perangkat digital secara proporsional. Penggunaan gadget secara berlebihan dapat mengganggu produktivitas, waktu istirahat dan interaksi sosial secara langsung.
Keempat, pencegahan perundungan atau bullying. Mahasiswa mendorong para santri untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman dan saling menghargai, serta menghindari kekerasan baik secara fisik maupun verbal.
Perkuat Pendidikan Karakter
Pengasuh Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an Sabak Auh, Lilik Ardiansyah, M.Pd., menyambut positif kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa ISNJ Bengkalis tersebut.
Menurutnya, materi yang disampaikan relevan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini dan dapat melengkapi pendidikan karakter serta nilai-nilai keagamaan yang telah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Melalui sinergi antara mahasiswa sebagai agen perubahan dan lembaga pendidikan Islam, para santri diharapkan mampu membangun ketahanan diri dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif lingkungan dan perkembangan teknologi.
Selain memiliki kecerdasan intelektual, generasi muda juga diharapkan memiliki kesehatan mental, kemampuan menyaring informasi serta karakter yang kuat dalam menjalankan nilai-nilai keislaman.
Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKM ISNJ Bengkalis untuk mendorong terciptanya generasi muda yang lebih sadar terhadap risiko judi online, narkoba, penggunaan gadget secara berlebihan maupun perundungan, sekaligus mampu menjadi pribadi yang produktif dan bertanggung jawab di tengah perkembangan zaman.
Editor : Papi












