
Natuna – Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat SMA/SMK se-Kabupaten Natuna tahun 2026 sukses digelar pada 28 hingga 30 April 2026 di Gedung Sri Serindit, Ranai.
Mengusung tema “Ekspresi Seni Generasi Muda untuk Natuna Berbudaya, Kreatif, dan Berprestasi”, ajang tahunan ini menjadi ruang bagi para pelajar untuk mengekspresikan bakat, mengasah kreativitas, sekaligus membuka jalan menuju kompetisi di tingkat provinsi hingga nasional.
Di tengah semarak suasana dan antusiasme peserta yang memenuhi arena lomba, SMKN 1 Bunguran Barat hadir dengan semangat baru. Sekolah ini mengirimkan siswa-siswi terbaiknya, tidak hanya untuk berkompetisi, tetapi juga untuk membuktikan bahwa potensi seni yang dimiliki terus tumbuh dan berkembang.
Hasilnya pun tidak mengecewakan. Dari berbagai cabang lomba yang diikuti, siswa SMKN 1 Bunguran Barat berhasil menorehkan prestasi yang membanggakan.
Pada kategori Tari Kreasi, Azra Fachridzal dan Siti Zalfa meraih Juara 3 dengan penampilan yang memadukan kekompakan gerak dan kekuatan ekspresi. Di bidang sastra, M. Rehan Syahroni juga berhasil meraih Juara 3 pada kategori Cipta Puisi melalui karya yang kaya makna dan imajinasi.
Sorotan utama hadir dari penampilan Dian Ardila Amielza pada kategori Membaca Puisi. Dengan penghayatan yang mendalam dan penyampaian yang penuh rasa, ia mampu menghidupkan setiap bait puisi yang dibawakan.
Penampilannya tidak hanya memikat dewan juri, tetapi juga meninggalkan kesan kuat bagi para penonton, mengantarkannya meraih Juara 1 di tingkat kabupaten.
Capaian tersebut menjadi langkah penting bagi Dian Ardila Amielza, yang selanjutnya akan mewakili Kabupaten Natuna pada ajang FLS3N tingkat Provinsi Kepulauan Riau. Sebuah kesempatan yang tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga harapan sekolah dan daerah untuk kembali berprestasi di tingkat yang lebih tinggi.
Bagi SMKN 1 Bunguran Barat, keberhasilan ini memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar kemenangan. Ini adalah pertanda bahwa potensi siswa di bidang seni dan sastra mulai bangkit dan menemukan ruangnya kembali. Proses panjang, latihan yang konsisten, serta bimbingan para guru menjadi fondasi kuat di balik capaian tersebut.
Kepala SMKN 1 Bunguran Barat, Kastifal Ghammy Thaib, mengungkapkan rasa bangga dan harapannya atas prestasi yang diraih para siswa. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi titik awal dari kebangkitan potensi yang selama ini terus dibina di lingkungan sekolah.
“Keberhasilan ini menjadi awal bahwa potensi di SMKN 1 Bunguran Barat tumbuh lagi. Kami berharap siswa-siswi semakin percaya diri untuk berkarya dan terus mengembangkan bakat yang dimiliki,” ujarnya pada Kamis (30/04/2026).
Lebih dari sekadar kompetisi, FLS3N tahun ini yang kembali digelar secara luring juga menghadirkan suasana yang lebih hangat dan penuh interaksi. Para peserta tidak hanya berlomba, tetapi juga saling belajar, berbagi pengalaman, dan memperluas wawasan dalam dunia seni dan sastra.
Di balik gemerlap panggung, tersimpan cerita tentang latihan panjang, ketekunan, serta semangat yang tak pernah padam. Semua itu berpadu menjadi energi yang mengantarkan siswa-siswi SMKN 1 Bunguran Barat meraih pencapaian hari ini.
Kini, langkah mereka tidak berhenti di panggung kabupaten. Dengan semangat yang terus menyala, SMKN 1 Bunguran Barat bersiap melangkah ke tingkat yang lebih tinggi. Sebuah perjalanan yang membawa harapan, bahwa dari kerja keras dan keyakinan, potensi yang sempat redup dapat kembali bersinar bahkan lebih terang dari sebelumnya. (Bk/Dika)












