Diterpa Isu Cacat Prosedural, Kadis Pendidikan Buton Selatan Bantah Isu Stroke, Tegaskan Hanya Alami Bell’s Palsy

0
20
Keterangan foto: La Bariu, Kadis Pendidikan Buton Selatan saat di temui awak media di ruang kerjanya

Buton Selatan – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buton Selatan, La Bariu, membantah isu yang menyebut dirinya memiliki riwayat stroke sehingga dinilai tidak memenuhi prosedur dalam pengangkatannya sebagai Kepala Dinas Pendidikan.

Isu tersebut mencuat setelah La Bariu dilantik oleh Bupati Buton Selatan bersama sembilan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (JPT Pratama) lainnya. Sejumlah pihak mempertanyakan kondisi kesehatannya dan mengaitkannya dengan dugaan riwayat stroke yang dinilai cacat secara medis.

Menanggapi hal tersebut, La Bariu menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak benar. Menurutnya, kondisi kesehatan yang dialaminya bukanlah stroke sebagaimana yang dituduhkan.

“Isu itu sengaja dimunculkan. Saya tidak pernah mengalami stroke,” tegasnya.

La Bariu menjelaskan bahwa kondisi yang dialaminya adalah Bell’s palsy, yakni gangguan medis yang menyebabkan kelemahan sementara pada salah satu sisi otot wajah akibat peradangan pada saraf wajah. Kondisi tersebut berbeda dengan stroke dan tidak memengaruhi fungsi otak maupun kemampuan seseorang dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Ia mengatakan, diagnosis tersebut diperoleh berdasarkan hasil pemeriksaan dokter di Rumah Sakit Palagimata, Kota Baubau. Hasil pemeriksaan medis itu, menurutnya, menjadi bukti bahwa kondisi yang dialaminya bukan stroke sebagaimana isu yang berkembang di tengah masyarakat.

La Bariu berharap masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum tentu benar. Ia juga mengajak semua pihak untuk menghormati fakta medis dan tidak menggiring opini yang dapat menyesatkan publik.

“Yang saya alami adalah Bell’s palsy, bukan stroke,” ujarnya.

Ia menegaskan akan tetap fokus menjalankan amanah sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buton Selatan serta berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan pembangunan sektor pendidikan di daerah tersebut.

Laporan : Haris

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini