Bintan – Penyanyi asal Kabupaten Lingga berhasil mengukir prestasi pada grand final lomba karaoke yang digelar Pemerintah Desa Toapaya Selatan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Minggu (26/7/2026) malam.
Dalam ajang yang diikuti lebih dari 20 peserta dari berbagai daerah, seperti Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, Natuna, dan Lingga, dua perwakilan Kabupaten Lingga berhasil membawa pulang gelar juara.
Marlina, peserta asal Buyu, sukses meraih Juara I dan berhak atas hadiah sebesar Rp7 juta. Sementara itu, Hardiman Saputra atau yang akrab disapa Ardi, asal Desa Mamut, Kecamatan Senayang, berhasil meraih Juara III dengan hadiah Rp3 juta.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Lingga karena mampu bersaing dengan peserta dari berbagai daerah pada ajang seni tarik suara tersebut.
Ardi sebelumnya berhasil lolos ke babak grand final bersama sembilan finalis lainnya setelah melewati babak penyisihan yang berlangsung selama beberapa hari.
Usai menerima penghargaan, Ardi mengaku bersyukur atas hasil yang diraih. Ia menilai keberhasilannya tidak lepas dari dukungan keluarga, sahabat, dan masyarakat Lingga yang terus memberikan semangat selama mengikuti perlombaan.
“Alhamdulillah, berkat dukungan teman-teman dan masyarakat, saya bisa meraih juara ketiga pada lomba karaoke yang digelar di Desa Toapaya Selatan ini. Terima kasih atas doa dan dukungannya,” ujarnya.
Ardi juga menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara yang telah memberikan ruang bagi para penyanyi dari berbagai daerah untuk menunjukkan kemampuan mereka di bidang seni tarik suara, khususnya musik dangdut.
Menurutnya, antusiasme peserta yang tinggi menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki minat besar terhadap musik dangdut sebagai salah satu kekayaan seni budaya Indonesia.
“Mudah-mudahan kegiatan ini terus berlanjut. Antusiasme peserta sangat tinggi sehingga perlombaan berlangsung selama beberapa hari. Ini menjadi wadah yang baik untuk menyalurkan bakat dan mempererat silaturahmi antarpeserta,” katanya.
Ia juga mengajak generasi muda untuk terus mencintai dan melestarikan musik dangdut sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.
“Musik dangdut adalah milik kita. Musik ini lahir dan berkembang di Indonesia, sehingga sudah sepatutnya kita mencintai dan melestarikannya,” tutup Ardi.
Keberhasilan Marlina dan Ardi diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para pelaku seni di Kabupaten Lingga untuk terus mengembangkan bakat dan berprestasi di berbagai ajang, sekaligus mengharumkan nama daerah di tingkat regional maupun nasional.(Bk/Iwan)













